Akses Jalan Tahuna-Manganitu Lumpuh Karena Longsor

0
386
Jajaran Satlantas Polres Sangihe mengatur lalu-lintas di titik longsor
Jajaran Satlantas Polres Sangihe mengatur lalu-lintas di titik longsor

SANGIHE – Hujan deras yang mengguyur Pulau Sangihe Rabu malam (22/3), menyebabkan akses jalan Tahuna-Manganitu, lumpuh selama enam jam. Jalan yang menghubungkan ibukota Kabupaten dengan Manganitu tertimbun tanah longsor di dua titik berjauhan.

Peristiwa serupa juga terjadi di jalur jalan alternatif, yang menghubungi Kecamatan Manganitu ke Tahuna melewati Kampung, Bakalaeng, Tawoali, Kelurahan Enempahembang dan Kelurahan Batulewer Kecamatan Tahuna Timur, juga tidak bisa dilalui karena tertimbun longsoran tanah di beberapa titik.

Akibatnya terjadi antrian kendaraan roda empat dari arah Manganitu ke Tahuna dan sebaliknya, lantaran badan jalan masih tertimbun tanah longsor. Pengendara sepeda motor dapat melewati, meski harus didorong oleh pengendara yang dibantu petugas kepolisian. Namun untuk kendaraan roda empat harus menunggu hingga empat jam, karena timbunan tanah terpaksa harus dibersihkan dengan alat berat.

Aparat Polres Sangihe yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Johan Damopolii dan Kasat Lantas AKP Dody Y Arruan, bersama anggota Polsek Manganitu yang tiba di lokasi longsor langsung berjibaku dengan warga. Sebelum alat berat tiba mereka menggunakan alat seadanya bersama warga, menyingkirkan tumpukan tanah yang menutupi badan jalan. Sekitar pukul 08.00 Wita, alat berat jenis loader tiba di lokasi langsung menyingkirkan timbunan tanah ke sisi jalan.

Kasat Lantas, AKP Dody Arruan, meskipun berlumuran lumpur, tetap menjalankan tugas pokoknya, mengatur lalulintas, sambil mengingatkan kepada para pengendara sepeda motor agar hati-hati melintasi jalanan licin. “Hati-hati ya pak jalanan licin, jangan kebut-kebutan,” imbuh Kasat Lantas.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Sangihe, Drs Jhon Heit Palandung MSi, melalui Assisten II, Ben Pilat ST MT, menghimbau kepada seluruh masyarakat, terlebih bagi yang tinggal di area rawan longsor dan di daerah aliran sungai (DAS), agar tetap waspada, karena belakangan ini cuaca cenderung berubah-ubah atau ekstrim. “Bagi warga yang tinggal di daerah tebing rawan longsor dan yang tinggal di sekitar DAS, agar tetap waspada. Jika terjadi hujan lebat secara terus-menerus dalam satu jam, agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkas Pilat. (ronal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here