Polres Bitung Bekuk Pengedar Ganja

0
405
Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting, dalam jumpa pers penangkapan IRT pengedar ganja, Kamis (23/3)
Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting, dalam jumpa pers penangkapan IRT pengedar ganja, Kamis (23/3)

Bitung – Aparat Satres Narkoba Polres Bitung, Sulawesi Utara, membekuk seorang ibu rumah tangga yang diduga sebagai pengedar narkoba golongan satu berinisial DN. Polisi telah menetapkan DN sebagai tersangka pelanggaran UU Narkoba dan Psikotropika. Dari tangan tersangka DN, Polisi menyita 32 paket ganja siap edar.

Polres Bitung, menggelar konfrensi pers atas keberhasilannya menangkap tersangka pengedar ganja, DN. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Bakudapa, pada Kamis (23/3).  Dari 32 paket ganja siap edar, sebanyak 31 paket kecil dan satu paket sedang. Harga per paket sekitar Rp 100 ribu, sedangkan paket sedang sekitar Rp 3 juta.

Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting menegaskan, jajarannya akan mengembangkan kasus ini hingga dapat menangkap bandar ganja. ” Meskipun sistem peredaran ganja terputus, namun kami akan berusaha mengungkap dan mengembangkan kasus ini hingga dapat menangkap bandarnya,” tegas Ginting.

Ganja Papua Kuasai Indonesia Timur

Dari sejumlah sumber Indonesia Blitz.com, peredaran ganja di wilayah Indonesia Timur saat ini berasal dari Papua. Ganja yang berasal dari Aceh terlalu beresiko untuk diedarkan  di Indonesia Timur, mengingat mahalnya biaya pengiriman dan resiko tertangkap aparat Kepolisian dan BNN.

Tanah Papua tidak kalah subur dibandingkan Aceh, sehingga dalam sepuluh tahun terakhir Papua sudah menanam bibit Ganja. Apalagi hutan tropis Papua lebih rimbun, dan infrastruktur jalan yang masih kurang, hingga warga yang bertanam ganja lebih leluasa. “Biasanya pengiriman dari Papua melalui jalur laut, karena pengawasan transportasi laut lebih kendor dibandingkan pesawat udara,” kata sumber tersebut.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here