Walikota Bitung Mengeluh Kepada Menko Kemaritiman Soal Perikanan

0
449


BITUNG – Walikota Bitung, Maximiliaan Lomban, mengeluh soal masalah perikanan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, saat sesi bertanya dalam Musrenbang provinsi Maluku dan Maluku Utara di atas kapal KM. Doro Londa, yang sandar di pelabuhan Samudera Bitung, Jumat siang (7/4-2017).
Lomban mengatakan kota Bitung sangat terpukul dan terpuruk ekonominya sejak ada aturan baru di bidang perikanan, yang dikeluarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2014 lalu.

“Untuk perikanan rakyat, kebijakan ibu Menteri (Menteri KKP Susi Pudjiastuti-Red) kami acungkan jempol. Tetapi Bitung punya kekhusussan. Ada 59 unit pengolahan yang butuh 1400an ton (ikan) perhari, terakhir Januari 2017, tinggal 60an ton perhari, sehingga nyaris kolaps. Ada belasan ribu rakyat kita yang di penangkapan dan pengolahan kini menganggur”, jelas Max Lomban.

Menurut dia sebelum ada kebijakan pembatasan dalam bidang perikanan, pertumbuhan ekonomi kota Bitung cukup tinggi, tetapi kini anjlok, apalagi banyak pekerja menganggur akibat pabrik-pabrik perikanan tidak beroperasi maksimal. Bahkan ada yang sudah tutup.

“Ingin saya sampaikan permasalahan singkat tentang perikanan di Bitung. Bapak menteri yang saya hormati. Kami di Bitung memang sangat terpuruk pak. Kami tinggal berharap pada bapak Menko. Pak Wapres sudah datang,
tapi belum juga terselesaikan. Ibu menteri juga sudah datang, juga belum terselesaikan masalahnya. Malah sekarang sudah semakin kolaps, dan ekonomi kita nyaris lumpuh. Dari 7,9 pertumbuhan pada tahun 2013, di 2015 tinggal 3,6 “, papar Lomban.

Sektor perikanan di Kota Bitung saat ini sangat memprihatinkan. Padahal sektor ini menyumbang lebih dari 50 persen multiplayer effect perekonomian kota Bitung. Dia berharap dalam regulasi di bidang perikanan di Indonesia, kota Bitung bisa mendapat special treatment (kebijakan khusus).

Walikota Bitung, Max Lomban, didampingi Ketua Unit Pengolahan Ikan dan Ketua Unit Penangkapan ikan di Bitung, saat itu juga langsung menyerahkan berkas berisi dokumen tentang masalah perikanan di kota Bitung untuk dipelajari. Dia berharap dokumen itu bisa diteruskan menjadi kebijakan ibu Menteri KKP atas komando Menko Kemaritiman.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan berjanji keluhan Walikota Bitung akan segera ditindaklanjuti. “Saya janji, saya akan panggil (Menteri KKP-Red). Ya kita lihatlah apa hasilnya nanti”, ujarnya singkat.
Ketua Asosiasi Unit Pengolahan Ikan Indonesia, Basmi Said, mengatakan, kota Bitung yang dulu dikenal sebagai kota ikan, kini benar-benar krisis ikan, padahal pabrik pengolahan ikan indonesia terbanyak ada di Bitung.

“Kami mengalami kesulitan memperoleh bahan baku sejak ada aturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari tujuh pabrik pengolahan ikan, 4 terancam tutup karena kesulitan bahan baku. Dulu kami memperkerjakan sekitar 13 ribu orang. Kini hanya 2 ribu orang yang bekerja”, ungkap Said.(Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here