Pejabat Tak Netral Dalam Pilkada Harus Siap Lengser

0
311
Ketua Tim Pemenangan Bupati-Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sangihe, Andy L. Gansalangi

SANGIHE, Indonesia Blitz.com – Pasca penetapan pasangan Jabes Ezar Gaghana-Helmut Hontong sebagai Bupati wakil Bupati Sangihe terpilih periode 2017-2022 oleh KPU, tampaknya membuat sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Sangihe mulai dilanda sindrom Harap-harap Cemas (H2C). Kegelisahan terutama bagi para pejabat ASN yang diketahui tidak netral, saat Pemilukada lalu.

Jika sebelumnya mereka enggan menyapa dan tersenyum saat bersua dengan orang yang dianggap pendukung Me’Gahagho, kini tingkah dan pola mereka berubah drastis. Dengan sikap sok akrab sambil tersenyum, mereka tak sungkan menyapa orang yang sebelumnya diacuhkanya. Lucunya lagi, beberapa pejabat yang biasanya enggan duduk berlama-lama di kantin Kantor Bupati, kini mulai betah, sambil menawarkan minum kopi kepada orang yang dianggap bisa mengamankan posisi mereka agar tidak dieleminasi pada saat pemerintahan JEG-HH, melakukan roling pejabat.

Fenomena pejabat galau ini, mulai tampak ketika KPU dan DPRD menetapkan dan mengumumkan pasangan JEG-HH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sangihe terpilih pada Pilkada serentak 2017. Akan hal ini, Ketua Media Center Me’Gahagho, Andy Lahindo Gansalangi, mengatakan, fenomena galau yang melanda sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Sangihe sudah terjadi semenjak usai perhitungan suara tanggal 15 Februari lalu. Namun setelah ada gugatan ke MK, beberapa pejabat kembali pasang dada, bahkan turut melakukan aksi “kabur aer” untuk mempengaruhi masyarakat lainya.

“Kami dari tim pemenangan Me’Gahagho, sudah mencatat nama-nama pejabat termasuk para ASN yang dinilai tidak netral pada saat Pilkada lalu, termasuk postingan mereka di media sosial yang berisi berbagai hinaan dan fitnah terhadap pak Jabes dan pak Helmut. Semua postingan mereka kami save (simpan), sebagai bukti yang akan dijadikan bahan kajian bagai pemerintahan Me’Gahagho,” ujar Gansalangi.

Dia menambahkan, terkait masalah tersebut, pihaknya sudah mendapat arahan dari Bupati dan Wakil Bupati Sangihe terpilih, untuk tidak melakukan tindakan yang tendensius terhadap siapapun termasuk para pejabat dan ASN yang kerap melakukan tindakan keliru terhadap tim Me’Gahagho. “Semuanya kan ada aturannya, siapa yang melakukan kesalahan dalam bentuk apapun, pasti ada konsekwensinya. Intinya, pejabat yang berkualitas, professional dan punya kemauan besar dalam membangun daerah, tentunya akan menjadi bagian dalam pemerintahan JEG-HH, hingga lima tahun kedepan,” tutup Gansalangi. (ronal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here