Sekolah Sudah Gratis, Pungli Tetap Ada

0
402
Ketua DPRD Bitung, Laurensius Supit menunduk kepala sambil tersenyum dalam acara reses ketika seorang ibu (kanan) mengatakan program sekolah gratis tetapi oknum guru pungli masih ada. (foto.Jeff)

BITUNG  – Ketua DPRD Kota Bitung, Laurensius Supit meminta Dinas Pendidikan untuk menindak tegas oknum guru atau sekolah di kota Bitung yang masih melakukan pungutan liar (pungli), karena saat ini meski pemerintah kota Bitung sudah menerapkan program sekolah gratis,  tetapi pungli masih tetap ada.

“Visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota sudah jelas. Tidak ada pungutan dalam dunia pendidikan. Itu yang harus kita utamakan”, ujar Laurensius kepada Indonesia Blitz, usai acara reses di Aertembaga 2, Sabtu siang (29/4-2017).

Femmy Woy, warga lingkungan 5 Aertembaga 2 dalam acara reses , mengaku kecewa dengan program sekolah gratis yang dicanangkan pemerintah kota Bitung, karena ternyata di sekolah anak-anaknya masih dituntut macam-macam oleh oknum guru.

“Anak saya ada enam orang. Semua masih sekolah. Kami sebagai orang tua kecewa karena kalau mau ambil nilai (rapor) di sekolah, masih guru minta macam-macam. Ada jaga bilang … umpama kalu Natal .. ade masih ada sisa kukis di toples, ato boleh bawa pot bunga atou bunga. Jadi ini so ada nilai-nilai laeng. Anak-anak ngotot pada orangtua”, ungkapnya.

Adanya pungutan liar di sekolah ini mendapat  tanggapan serius Ketua DPRD Bitung. Ia menekankan program sekolah gratis memang adalah program pemerintah kota Bitung. “Hal ini sempat digaung-gaungkan bapak Walikota.  Pada rapat paripurna DPRD, beliau sempat bilang tidak ada pungutan untuk sekolah-sekolah”, katanya.

Laurensius langsung meminta perhatian Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bitung, Benny Bolang yang ikut dalam acara reses ini.

Menurut Benny, pihaknya akan menindak tegas jika masih ada sekolah yang melakukan pungutan kepada siswa. Karena semua sekolah di Bitung sudah dapat Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari APBN, dan Dana BOSDa (BOS Daerah) dari APBD Bitung.

“Guru-guru juga sudah ada jatahnya, ada sertifikasinya, ada tunjangan profesinya. Dorang pe tunjangan besar.  Jadi ndak ada alasan kalau guru pungli. Kalau masih ada sekolah yang melakukan pungutan silahkan hubungi saya, kami akan tindaklanjuti hal itu”, tegas Benny Bolang. Ia bahkan meminta warga mencatat nomor telepon genggamnya untuk dihubungi,  jika ada guru atau sekolah lakukan pungutan.

Dalam reses ini, Ketua DPRD Bitung mencatat poin penting lain yang juga perlu mendapat perhatian serius pemerintah adalah perbaikan sarana jalan dan drainase yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here