Kapolda Diminta Buka Kembali Kasus Cengkih Sangihe

1
567
Petani Cengkih Korban Penipuan mendesak Kapolda usut otak kasus tersebut

SANGIHE, Indonesia Blitz.com– Ratusan petani cengkih Sangihe yang menjadi korban penipuan oknum pengusaha, mendesak Kapolda Sulut, agar kasus yang pernah diproses di Polda itu dibuka kembali. Mereka berharap kasus ini diungkap secara terang-benderang, termasuk menyeret oknum pengusaha yang menikmati kekayaan dengan cara membodohi para petani.

“Kami berharap, kasus ini diungkap secara terang benderang, agar siapa dalang dibalik kasus penipuan ratusan ton cengkih milik ratusan petani bisa diketahui. Minimal, pelakunya dapat mempertanggungjawabkan secara hukum. Kami yakin, Alwina D yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tahuna, hanya merupakan tumbal sekaligus korban dari oknum pengusaha yang dikabarkan, sulit tersentuh tangan aparat penegak hukum,” ujar para korban, kepada Indonesia Blitz.

Diketahui, kasus yang terjadi tahun 2015 lalu, sempat menghebohkan negeri Tampungang Lawo (Sangihe), karena para petani yang menjadi korban tak hanya kehilangan uang mereka, namun ada beberapa diantara mereka yang mengalami depresi hingga meninggal dunia. Olehnya, mereka mendesak agar Kapolda Sulut membuka kembali kasus ini, demi keadilan bagi para petani yang menjadi korban penipuan. Total kerugian yang dialami ratusan petani cengkih di Kabupaten Sangihe, mencapai Rp 13 miliar.

Akan hal ini, Koordinator Aktivis Penggiat Anti Korupsi Sangihe (APAKS), Jhoni Rompas, mengaku prihatin sekaligus meminta agar Kapolda Sulut bisa mendengar keluhan para petani yang menjadi korban penipuan, mengingat kasus ini, telah menimbulkan banyak persoalan sosial dan ekonomi bagi kelangsungan hidup para petani yang menjadi korban.

“Bayangkan saja, sampai ada yang mengalami depresi, hutang menumpuk hingga ratusan juta, bahkan sampai ada yang meninggal dunia, karena tidak mampu memikul beban yang begitu berat. Sementara oknum pengusaha, melenggang bebas dan menikmati kekayaan dari hasil yang tidak wajar,” ujar Rompas, seraya menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berupaya agar dalam dibalik kasus ini bisa dihadapkan ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (ronal)

Advertisements

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here