Gubernur Sulut : ‘Tenang saja Pak Presiden’

0
440
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey berbincang-bincang dengan sejumlah pengusaha di depan pintu gerbang kapal Ferry Super Shuttle Roro 12 yang baru tiba dari Filipina. (foto.Jeff)

BITUNG – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menjamin kapal Ferry Roll on – Roll off (Ro-ro) Super Shuttle Roro 12 berkapasitas jumbo yang melayani jalur Davao – General Santos – Bitung PP, tidak akan kekosongan barang.

“Ketika peluncuran kapal ini di Davao, pak presiden Jokowi bertanya:  pak gubernur kapal sebesar ini apa yang mau diisi. Saya bilang tenang saja pak Presiden, barang pasti banyak masuk. Asal ada satu syarat. Syaratnya didukung penuh oleh Departemen Perdagangan”, kata Dondokambey optimis.

Menurut Gubernur Sulut, jika pelayaran kapal ini hanya didukung oleh Departemen Perhubungan, tidak akan berjalan.  “Pada kesempatan itu juga Presiden meminta saya segera menelepon Menteri Perdagangan dan khusus pesan itu. Puji Tuhan tiga direktur datang”, ujarnya.

Gubernur Sulut menilai, pemerintah Indonesia mendukung penuh pengoperasian kapal Ro-ro Davao-Bitung ini, seperti yang dilakukan pemerintah Filipina.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, bersama-sama melepas keberangkatan kapal Ro-ro ini dari pelabuhan Sasa di Davao, Filipina Selatan menuju kota Bitung, Sulawesi Utara di Indonesia, hari Minggu (30/4-2017).

Pelepasan kapal ini ditandai dengan pemukulan gong oleh kedua kepala negara, di pinggir dermaga pelabuhan Davao City, disaksikan sejumlah menteri serta para pejabat Filipina dan Indonesia.

Kapal Ro-ro yang dioperasikan Asian Marine Transport Corp (AMTC) ini,  akhirnya tiba Selasa pagi dan sandar di dermaga IV pelabuhan Bitung dan dijemput Gubernur Sulut, Walikota Bitung Maximiliaan Lomban dan Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri, Kapolda Sulut, serta pejabat perhubungan pusat dan Sulut.

Ini untuk pertamakalinya kapal barang Filipina bisa langsung menuju ke Kota Bitung. Dengan rute ini, jarak tempuh menjadi lebih dekat dan biaya menjadi lebih murah.

Sebelumnya setiap kapal barang Filipina harus menempuh jalan panjang memutar sekitar 30 hari atau 5 minggu dari Davao ke Manila terlebih dahulu,  kemudian ke Surabaya,  baru menuju ke Bitung. Dengan rute ini biaya angkutan barang dari Filipina ke pelabuhan Bitung,  lebih mahal mencapai 2000 dolar AS per kontener atau Twenty Foot Equivalent Unit (TEUs).

Kini dengan jalur baru langsung ke kota Bitung, hanya membutuhkan 2,5 hari perjalanan dan 6 hari bongkar muat di Davao dan setiap pelabuhan singgah. Biaya angkutan barang pun jauh lebih murah hanya sekitar 550 US dolar per kontener (TEUs).

Kapten Super Shuttle Roro 12, Nestor Fundal kepada Indonesia Blitz mengatakan kapal berbobot 9200 ton dengan panjang 165 meter dan lebar 26 meter ini,  mampu membawa 500 kontener (TEUs) dan sekitar 300 kendaraan.

Kapal ini mempunyai 4 dek yang masing-masing dihubungkan dengan jalan untuk forklift mengangkut barang berat dari dek bawah ke atas.

“Sekarang,  kapal ini hanya membawa kontener dan mobil saja. Mungkin untuk ke depan nanti bisa juga membawa penumpang”, jelas Fundal.

Gubernur Sulut dan rombongan menyempatkan diri melihat ke dalam dek kapal. Gubernur Sulut mengaku sebelumnya ia pikir kapal ferry Filipina ini biasa saja seperti kapal ferry di Indonesia, tapi ternyata jauh lebih besar.

Asian Marine Transport Corp, pengelola kapal ini berbasis di Cebu, Filipina tengah, dan memiliki 28 kapal sejenis, yang beroperasi rutin ke sejumlah negara. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here