Jam Tangan Cegah Getaran Parkinson

0
210
Prototipe jam Emma untuk penderita Parkinson, dipamerkan dalam Microsoft Build 2017.(Photo Microsoft)

SAN FRANCISCO – Biasanya dalam konferensi perusahaan teknologi selalu menampilkan hal yang aneh. Tapi di Build 2017 di Seattle pada hari Rabu, Microsoft melalui CEO, Satya Nadella, memamerkan prototipe jam tangan yang dapat menghilangkan guncangan lengan atau getaran tak terkontrol bagi penderita penyakit neurologis, Parkinson.

Nadella memutar sebuah video yang menceritakan tentang dua periset Microsoft Inggris, Haiyan Zhang dan Nicolas Villa, yang melakukan proyek independen untuk menciptakan perangkat yang dapat menghilangkan getaran yang tak terkontrol (tremor) pada tubuh seseorang. Proyek ini untuk BBC dokumenter bertajuk, The Big Life Fix.

Para periset ini bekerja dengan perancang grafis yang juga penderita Parkinson, Emma Lawton, 32 tahun. Mereka mengembangkan jam tangan yang diberi nama Emma. Jam ini, menurut Microsoft, dapat bergetar dalam pola khas untuk mengganggu umpan balik antara otak dan tangan manusia.

Dalam video tersebut menunjukkan Lawton sedang mencoba menggambar sebuah persegi dengan tangan kanannya yang goyah akibat Parkinson. Kemudian ketika mengenakan jam tangan anti getar, gerakan tremor seakan hilang. Watson berteriak gembira dan memanggil ibunya untuk mengatakan ini adalah pertama kalinya dia bisa menuliskan namanya sejak lama.

Nadella menyambut baik Watson dan insinyur Zhang di atas panggung, dan berterima kasih kepada mereka karena telah menunjukkan “pengembang dapat memiliki dampak.”

Periset Microsoft Haiyan Zhang (kiri),dan desainer grafis, Emma Lawton, memakai jam khusus bernama Emma untuk penderita Parkinson. (USA Today)

Jam Emma tetap menjadi prototipe, kata Microsoft, namun para pengembang tersebut bekerja dengan tim peneliti ilmu otak untuk melakukan ujicoba dengan sekelompok kecil penderita Parkinson.

Jam tangan ini bekerja melalui kombinasi teknik sensor dan AI (artificial intelligence) untuk mendeteksi dan memantau gejala seperti getaran, kekakuan dan ketidakstabilan.

“Setelah gejala-gejala ini dapat diidentifikasi dan diukur, mungkin untuk mengembangkan teknologi dan perangkat yang membantu manusia mengelola gejala mereka. AI digunakan untuk mengklasifikasikan informasi sensor dan mendapatkan respons real-time pada perangkat kecil seperti perangkat yang dapat dikenakan”, kata CEO Microsoft.

Microsoft menekankan bahwa jam Emma bukanlah obat untuk penyakit ini, yang menimpa 10 juta orang. Sebaliknya, teknologinya memiliki potensi untuk membantu pasien Parkinson mengelola gejala yang menghambat fungsi reguler. Tujuan penelitian lebih lanjut adalah untuk mengetahui apakah jam Emma dapat membantu orang lain dengan gejala Parkinson yang serupa. (USA Today/Jeff)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here