KAPAL PENYELUNDUP NARKOBA DISERGAP

0
426


BITUNG – Sebuah kapal penangkap ikan berbobot 30 GT yang membawa puluhan kilogram narkotika dari luar negeri dan sedang berlayar memasuki perairan Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu sore (10/-5-2017), disergap tim gabungan Bakamla dan Polairud Polda Sulut.

Operasi penyergapan kapal ini dilakukan setelah tim Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Polisi Perairan dan udara (Polairud) mendapat informasi dari tim penanganan transnational crime internasional, akan adanya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar melalui sebuah kapal laut.

Tim pencegahan kejahatan transnasional Narkoba Indonesia, langsung mengumpulkan pasukan khusus termasuk beberapa kapal patroli cepat untuk menyergap kapal tersebut.

Setelah mengintai beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi kapal penyelundup narkoba itu bernama Inka Mina 720 dan sedang memasuki perairan Kota Bitung.

Di tengah selat Lembeh, Kapal Patroli Bakamla KN Gajah Laut 4804 coba menghentikan kapal berwarna biru tersebut dengan peringatan dan sirene, namun kapal tersebut malah menambah kecepatan untuk coba melarikan diri ke arah timur.

Akhirnya diputuskan untuk dilakukan pengejaran. Kapal patroli cepat Polairud terus memburu untuk menghalangi pelarian kapal tersebut, sambil pasukan Bakamla bersenjata lengkap diterjunkan dengan kapal cepat.

Dalam pengejaran ini, sejumlah pelaku sempat membuang bungkusan besar narkoba berwarna oranye ke tengah laut untuk menghilangkan jejak. Namun barang tersebut sudah diidentifikasi kapal patroli lain.

Pasukan Bakamla yang naik ke kapal, langsung membekuk semua ABK yang diduga menyelundupkan narkoba. Di bawah todongan senjata, satu persatu ABK diciduk dan dibawa ke kapal patroli Polisi Perairan.

Pengejaran sekitar 20 menit ini akhirnya membawa hasil. Tim Bakamla dan Polairud menyita puluhan kilo narkoba jenis sabu-sabu yang rencananya akan diedarkan di Sulawesi Utara. Kapal dan ABK penyelundup narkoba pun digiring ke markas Polairud untuk penyidikan lebih lanjut.

Direktur Latihan Bakamla RI, Laksamana Pertama TNI Muspin Santoso menilai simulasi penyergapan kapal penyelundup narkoba ini mendapat apresiasi dari para peserta 8th Maritime Security Desktop Exercise (MSDE), yang ikut menyaksikan dari atas kapal KN. Gajah Laut.

Peserta MSDE yang sedang mengikuti kegiatan Coast Guard yang dipandu Indonesia dan Australia di Manado ini, berasal dari 16 negara yakni Australia, Bangladesh, Brunai Darusallam, Kamboja, Jepang, Laos, Malaysia, Maldives, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Srilanka, Timor Leste, Thailand dan Taiwan.

Laksma Santoso menilai latihan bersama Keamanan dan Keselamatan Laut khususnya narkoba di wilayah tengah ini sangat penting, karena peredaran narkoba 80 persen melalui laut.

Perairan Sulawesi Utara secara geografis berada di tengah dua Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yaitu ALKI 2 dan 3, yang rawan penyelundupan narkoba karena ramai dengan lalulintas kapal. “ALKI ini pun adalah konsekwensi diberlakukannya UNCLOS 1982. Ini memberikan ruang gerak kapal-kapal asing dalam hal lintas damai di perairan ini”, jelasnya. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here