Prancis Mulai Anti Model Kurus

0
401
Rosie Nelson (kiri) dan rekannya Jada Sezer. Mereka berdua tampil sebagai peraga busana dengan postur yang lebih sehat, tidak kurus juga tidak terlalu gemuk. (the guardian)

PARIS – Pemerintah Prancis melarang peragawati atau model berpostur kurus apalagi ceking untuk tampil di setiap peragaan busana.

Menteri kesehatan Prancis mengatakan peraturan baru tersebut bertujuan untuk mencegah anoreksia dengan menghentikan promosi cita-cita kecantikan yang tidak sehat.

Dalam aturan baru, setiap peragawati di Prancis perlu menunjukkan sertifikat medis dari dokter, yang membuktikan mereka sehat agar dapat bekerja. Ini juga terkait dengan undang-undang baru yang melarang setiap peragawati dianggap terlalu kurus.

Industri mode juga diperintahkan menghentikan pencarian para model yang bertubuh terlalu ramping atau kurus.

Selanjutnya, mulai 1 Oktober pemerinta Prancis mewajibkan majalah, iklan dan situs web untuk menandai gambar di mana penampilan model telah dimanipulasi dengan kata-kata photographie retouchée (foto bergambar).

Para dokter didesak untuk memberi perhatian khusus pada indeks massa tubuh setiap model, dengan mempertimbangkan usia, tinggi dan berat badan. Namun, tidak seperti undang-undang serupa yang disahkan di Italia dan Spanyol, model tidak harus mencapai BMI minimum.

Di bawah pedoman Organisasi Kesehatan Dunia orang dewasa dengan BMI di bawah 18,5 dianggap berat badan kurang, 18 kurang gizi, dan 17 sangat kekurangan gizi. Peragawati rata-rata berukuran 1.75m (5ft 9in) dan berat 50kg (7st 12lb) memiliki BMI 16.

Menteri kesehatan Prancis mengumumkan peraturan baru ini pada hari Jumat, dengan mengatakan hal tersebut bertujuan untuk mencegah anoreksia dan menghentikan promosi cita-cita kecantikan yang tidak dapat dicapai.

“Mengekspos orang muda terhadap citra tubuh yang tidak realistis, mengarah pada perasaan depresiasi diri dan harga diri yang rendah, sehingga dapat mempengaruhi perilaku terkait kesehatan,” kata menteri kesehatan dan urusan sosial, Marisol Touraine.

Agen yang menggunakan model tanpa sertifikat medis yang valid akan menghadapi denda 75.000 uero (atau sekitar 54.000 poundsterling) dan staf menghadapi hukuman enam bulan penjara. Jika gagal menandai gambar teranyar akan menghasilkan denda sebesar € 37,500, atau sampai 30% dari jumlah yang dikeluarkan untuk iklan tersebut.

Seorang peragawati, Rosie Nelson (24 tahun), mengakui ketika hendak melamar menjadi model busana di sebuah agen kelas atas, ia diharuskan untuk menurunkan berat badan agar menjadi lebih kurus.

Ia terpaksa hanya makan biji-bijian untuk sarapan pagi, sayuran untuk makan siang, salmon asap untuk makan malam. Tidak ada gandum, tidak ada susu, tanpa gula dan olahraga 45 menit setiap hari.

Nelson mulai menjadi model pada umur 18 tahun, saat tubuhnya masih padat berisi. Ketika pindah dari tempat asalnya Australia ke Inggris, dia melamar ke sebuah agensi namun mereka mengatakan bodinya terlalu besar. Pinggulnya 37 atau 38 inci, sehingga diharuskan menyusut menjadi 35.

“Mereka mengendalikan hidupmu. Mereka mendapatkan pekerjaan Anda, mereka memberi Anda penghasilan Anda, dan Anda menjadi seperti budak untuk itu. Industri ini membuat Anda melupakan dunia nyata. Di dunia nyata aku sangat kurus, tapi di dunia modeling aku masih terlalu besar”, ungkapnya.

Sebagai akibatnya, Nelson memutuskan tidak mau menurunkan berat badan lagi, karena dia sebut sebagai rutinitas mengerikan yang pada dasarnya membunuh diri sendiri.
Dia akhirnya bekerja pada agen lebih kecil, tetapi mereka menghendakinya tetap memiliki berat badan yang sehat. (The Guardian/Jeff)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here