Trump Marah Soal Dugaan Kolusi dengan Rusia

0
302
Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump berang karena merebaknya berita dugaan kolusi tim kampanye dengan Rusia pada pemilihan presiden tahun lalu. (USA Today)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump, hari Jumat, meluapkan kemarahannya kepada para wartawan Gedung Putih, gara-gara merebaknya liputan tentang mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), James Brien Comey, yang mencurigai adanya kolusi antara tim kampanye Trump dan Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu.

Trump mengancam akan membatalkan setiap konferensi pers, apabila masih ada liputan dampak dari perkataan direktur FBI yang sudah ia pecat itu. “Sebagai Presiden yang sangat aktif menghadapi banyak hal terjadi, tidak mungkin bagi pengganti saya berdiri di podium dengan akurasi yang sempurna “, kata Trump. “Mungkin hal terbaik yang harus dilakukan adalah membatalkan semua briefing press dan memberikan tanggapan tertulis demi akurasi”, kata Donald Trump dalam akun Tweeternya.

Dalam sebuah wawancara satu hari sebelumnya, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dia memang sudah berencana untuk memecat Comey, bahkan sebelum bertemu dengan pejabat tinggi Departemen Kehakiman, untuk meminta rekomendasi mereka mengenai kinerjanya. “Saya akan memecat terlepas dari rekomendasi mereka,” kata Trump, yang menyebut Comey “berlagak” sehingga menyebabkan agensi FBI tersebut melakukan kekacauan.

Dia juga secara khusus mengemukakan penyelidikan Rusia sedang berlangsung. “Sebenarnya, ketika saya memutuskan untuk melakukannya, saya berkata kepada diri sendiri – saya katakan, Anda tahu, hal Rusia dengan Trump dan ini adalah cerita yang dibuat-buat,” ujar Trump. “Ini alasan dari Demokrat karena telah kalah dalam pemilihan yang seharusnya mereka dapatkan,” tambahnya.

Alasan Trump ini bertentangan dengan pernyataan Gedung Putih, bahwa pemecatan tersebut berdasarkan pada rekomendasi dari Jaksa Agung Jeff Sessions dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, yang mengkritik penanganan investigasi Comey terhadap e-mail Hillary Clinton tahun lalu.

Comey dipecat oleh Trump, Selasa (9/5-2017), menciptakan badai politik dan menimbulkan kekhawatiran beberapa kalangan tentang krisis konstitusional.

Pernyataan Trump menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang keputusannya untuk memecat direktur FBI, yang sedang menyelidiki kemungkinan adanya kolusi antara tim kampanye Trump dan orang-orang Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS.

Liputan tentang kisah Comey tersebut memicu terjadinya ‘tweetstorm’ dari presiden Trump, yang dengan keras menyangkal dia atau timnya ada kaitannya dengan kaum Demokrat Rusia saat terjadi ‘hacking’ selama pemilihan presiden 2016.

Dalam tweet lain, Trump menyebut penyelidikan atas hubungan rekan kampanyenya dengan Rusia sebagai “perburuan penyihir,”. Ia bersikeras tidak ada kolusi, seperti dilaporkan mantan Direktur Intelijen Nasional, James Clapper.

Clapper telah mengatakan laporan komunitas intelijen tentang hacking Rusia, tidak menyertakan bukti adanya kolusi. Namun Clapper mengatakan tidak menyadari adanya penyelidikan FBI sampai Comey mengungkapkannya secara terbuka pada bulan Maret.

Trump membuat ancaman bagi Comey, agar tidak membocorkan ke pers. “James Comey lebih baik berharap bahwa tidak ada ‘rekaman’ percakapan kami sebelum dia mulai membocorkan ke pers”, kata Trump.

Trump sering menyerang pers selama empat bulan menjabat sebagai Presiden AS. Dia membuat renggang hubungan dengan isu ‘media palsu’ dan mengancam akan mengubah undang-undang pencemaran nama baik.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih keberatan dengan ancaman Trump ini. Menurut mereka, menghalangi pemberitaan akan mengurangi akuntabilitas, transparansi, dan kesempatan bagi orang Amerika untuk melihatnya.

Comey adalah direktur kedua yang dipecat dalam sejarah FBI selama 82 tahun. Beberapa wartawan merasa ada kebingungan di Gedung Putih akibat pernyataan Comey. Berita ‘tembakan’ Comey membuat banyak pejabat Gedung Putih terkejut. (USA Today/Jeff)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here