Warga Minta Polisi Serius Usut Kasus Dugaan Mark Up Sound Sistem DPRD

0
421
Ilustrasi: sound system DPRD

TAHUNA, Indonesia Blitz – Proyek pengadaan sound sistem DPRD Kepulauan Sangihe Tahun Anggaran (TA) 2015-2016, yang terindikasi bermasalah itu, dikabarkan sudah berada di tangan aparat Polres Sangihe. Namun hingga saat ini, berbagai elemen masyarakat belum mengetahui sudah sejauhmana proses hukumnya. Warga meminta Polisi serius menangani kasus korupsi, agar para pelaku dan pejabat pengganti jera, hingga uang rakyat kembali ke rakyat.

Koordinator Aktivis Penggiat Anti Korupsi Sangihe (APAKS), Jhony Rompas pesimis kasus ini akan diproses, namun tetap meminta agar Polres Sangihe mengusutnya hingga tuntas. “Kasus ini telah lama diketahui oleh publik, jadi sangat tidak elok jika pihak Polres Sangihe tidak menindaklanjuti laporannya. Kami berharap seluruh proyek pengadaan yang diduga sarat mark up di DPRD itu diusut tuntas, tanpa pandang bulu. Siapapun dan apapun jabatannya di gedung wakil rakyat, harus diproses hukum, agar tidak memunculkan stigma negatif masyrakat terhadap institusi kepolisian di daerah ini,” ujar Rompas.

Bocoran yang didapat menyebutkan, proyek pengadaan sound sistem DPRD itu menjadi masalah karena ada indikasi mark up. Harga barang dinaikkan beberapa kali lipat, diduga melibatkan oknum pejabat di Sekertariat dan oknum anggota Dewan, termasuk oknum kontraktornya.

Kapolres Sangihe, AKBP I Dewa Made Adyana SIK SH, belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan konfirmasi Indonesia Blitz belum melalui pesan singkat, telepon pribadi belum mendapatkan jawaban. (andy)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here