Polres Kerahkan Tim Besar Buru Pembunuh Nenek

0
570

Indonesia Blitz, KOTA BITUNG – Upaya jajaran Kepolisian Resor Kota Bitung dalam mengungkap kasus perampokan, pembunuhan dan perkosaan yang menimpa seorang nenek ST (65 tahun) di sebuah ruko Pateten, kecamatan Aertembaga, Kota Bitung,  hari Minggu (9/7-2017), patut mendapat apresiasi.

Pihak Polresta Bitung sempat ‘terkejut’ saat sementara merayakan HUT Bhayangkara, terjadi pembunuhan sadis di Pateten, hari Minggu. Keluarga korban yang sangat bersedih ketika itu, bermohon kepada pihak Polres untuk segera menangkap pelaku. Kasus pembunuhan ini memang cukup menghebohkan warga di Kecamatan Aertembaga bahkan kota Bitung.

Kabarnya, Kapolresta Bitung, AKBP. Philemon Ginting, SIK, MH, hari itu juga langsung mengumpulkan timnya untuk memburu pelaku. Semua lini diperintahkan untuk fokus dalam kasus ini. Setidaknya ada 4 tim dilibatkan antara lain tim reaksi cepat Tarsius,  tim Cobra, dan tim buser dari Reskrim Polsek Maesa.

Menurut Kapolres, pengejaran pelaku yang sudah teridentifikasi tersebar di sejumlah lokasi. Meski ada informasi tersangka sempat memposting dalam media sosial sudah naik kapal ke Timika, Papua, tetapi pihak Polres tidak terpengaruh dan mengabaikannya.

Pihak Polres juga melibatkan 8 mobil. Bahkan di Minahasa Tenggara, Polres bersama tim dari Bitung sempat melakukan razia pada jam 1 subuh untuk menangkap tersangka.

Meski para anggota buru sergap sempat lelah tidak tidur dalam melacak tersangka, mereka tidak patah arang. Senin malam, tim pemburu putar arah ke Manado,  karena mendapat informasi tersangka sedang berada di terminal Malalayang. Sayang meski sudah jauh-jauh dari Mitra,  sampai di Malalayang, tersangka sudah menghilang.

Perburuan tetap dilanjutkan. Tim bergerak ke Minahasa Selatan, setelah mendapat informasi tersangka berada di Amurang.

Alhasil hanya dalam hitungan jam, tim buru sergap ini berhasil membekuk Fahjrin Badarab alias Ajin (17 Tahun) warga Pateten 1 kecamatan Aertembaga Kota Bitung, remaja tersangka perampokan dan pembunuh seorang nenek,  saat sedang berada di dalam rumah sopir taksi. Mereka istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Gorontalo esok harinya.

Kapolres mengakui sempat sedikit kesulitan menangkap tersangka,  karena berpindah-pindah tempat. Tapi akhirnya berhasil membekuknya. Pihak kepolisian menjerat tersangka dengan pasal berlapis 338, 365 dan 385 yang ancamannya sampai 15 tahun penjara.

Kapolres juga menilai apa yang dilakukan tersangka adalah perbuatan sadis. Dia berharap  masyarakat ikut menyadari tindakan dan perbuatan tersangka tak patut dicontohi. Ancaman hukuman kepada tersangka juga dapat memberi peringatan kepada masyarakat agar jangan berbuat tindakan kriminal.

 

Kini tersangka masih mendekam di ruang tahanan Polres Bitung untuk proses hukum lebih lanjut. Rambutnya yang semula panjang dicat pirang, kini sudah dicukur. Ia juga sudah mengenakan pakaian resmi tahanan berwarna oranye. (Andry/Jeffy)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here