Rompas: Dandes Belum Cair Pasti Ada Masalah

0
226
Ketua LSM APAKS, Sangihe, Jhony Rompas

Indonesia Blitz,  SANGIHE – Adanya sejumlah desa di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, yang Dana Desa (Dandes) belum dicairkan oleh pemerintah dipastikan karena adanya permasalahan dalam pengelolaan dana itu sendiri.

Penegasan tersebut dikemukakan Koordinator Aktivis Penggiat Anti Korupsi Sangihe (APAKS), Jhony Rompas, Minggu, kemarin. “Jawaban dari pertanyaan, kenapa ada sejumlah kampong yang Dandes-nya belum dicairkan, pasti karena ada masalah, seperti adanya SPJ fiktif, dan belum memasukan SPJ,” ujar Rompas.

Sinyalemen adanya oknum Kapitalauang (Kades) yang diduga menyalahgunakan Dandes untuk kepentingan pribadi, kata dia, sangat besar, apalagi masalah SPJ fiktif dan dugaan penyelewengan Dandes itu sudah berkali-kali disampaikan oleh Bupati, dalam berbagai acara pertemuan dengan seluruh Kapitalaung.

Ironisnya lagi, ada oknum Kapitalaung, yang dikabarkan telah memiliki sejumlah unit kendaraan truk pribadi, dan juga ada oknum Kapitalaung yang nekad mengongkosi Wanita Idaman Lain (WIL) dengan menggunakan Dandes. “Ada sejumlah kampong yang belum memasukan SPJ penggunaan Dandes tahun 2016 lalu, sehingga pencairan Dandes tahun 2017 belum bisa dicairkan. Pimpinan daerah dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati, harus segera mengambil sikap tegas, dengan melakukan tindakan bagi para Kapitalaung yang terbukti menggunakan Dandes untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Menurut dia, penyelewengan Dandes yang notabene merupakan uang negara dimana peruntukannya untuk kesejahteraan masyarakat desa, dianggap sebagai kejahatan besar yang patut ada sanksi hukumnya.

Dia juga mempertanyakan, sebanyak 33 Kampung yang hingga kini belum memasukan SPJ, namun saat pencairan justru melakukan berbagai cara dengan memasukan SPJ fiktif. “Sebagai bagian dari masyarakat Sangihe, kami mengingatkan, kepada para Kapitalaung, untuk tidak menggunakan Dandes untuk kepentingan pribadi maupun keluarga, karena Dandes uang milik Negara yang diberikan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat desa, bukan buat kepentingan kepala desanya”. Tekannya. (nal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here