Brigade Waraney Antar Korban Penikaman

0
7268
Brigade Waraney melakukan upacara singkat bersama jenazah korban penikaman di pinggir jalan Sam Ratulangi kota Bitung, Senin. (Foto.Jeffry)

Indonesia Blitz, Kota Bitung – Ratusan orang rombongan Ormas Brigade Waraney Kota Bitung mengantar jenazah Jefry Lumingkewas (30) singgah di pinggir jalan Samratulangi dekat kantor pos,  Senin sore (7/8-2017), lokasi ia ditemukan tewas kena tikam, Sabtu subuh lalu (5/8-2017).

Mobil ambulance pembawa peti berisi jenazah, sandar tepat di sisi trotoar tempat mobil yang dikendarai korban menabrak pohon, beberapa saat ketika ia melarikan diri usai kena tikam.

Seorang pimpinan Brigade Waraney Bitung terlihat memberikan pidato pendek kemudian mereka bernyanyi lagu rohani ‘Alangkah Bahagianya’ dan ‘Sebab Untungku Besar.
Ketika rombongan sementara bernyanyi, keluarga korban yang berada di dalam mobil jenazah terlihat sesunggukkan menangis sedih.

Usai ibadah singkat, terdengar teriakan pekikan semangat Minaesa ‘I yayat u santi’.

“Keluarga dan rekan-rekan korban dari ormas adat minta untuk melakukan upacara singkat di lokasi ini. Kami ikut memberikan pengawalan”, kata Kapolsek Maesa, Komisaris Polisi.Moh.Kamidin kepada Indonesia Blitz.

Arus lalulintas sempat macet dan dialihkan ke jalur lain saat upacara singkat ini dilakukan sekitar 20 menit.

Usai upacara tersebut, jenazah langsung dibawa ke pekuburan Winenet untuk dikebumikan.

Jefry Lumingkewas,  warga Kelurahan Bitung Barat Kecamatan Maesa ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Nisan Grand Livina, Sabtu sekitar pukul 04.00 wita.

Warga awalnya menduga pria muda ini adalah korban kecelakaan lalulintas karena mobil dengan nomor polisi DB 1169 FF yang ia kendarai  ringsek akibat menabrak pohon.

Polisi sektor Maesa sebelumnya mendapat laporan sekitar pukul 04.15 Wita ada mobil tabrak pohon. Namun ketika dicek, korban mengalami luka tusukan di sejumlah bagian tubuh tak seperti luka lakalantas.

Karena curiga, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Apalagi sebelumnya ada dua orang datang melapor teman mereka ditikam.

Hanya tiga jam setelah  Lumingkewas ditemukan tak bernyawa, tim Cobra Polsek Maesa dan tim Tarsius Polres Bitung berhasil menangkap tersangka penikam, JI alias Aman (24) yang bersembunyi di rumah salah satu warga di Kompleks Parigi Tofor Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa sekitar pukul 08.30 Wita, Sabtu (05/08/2017).

Menurut Kapolres Bitung, AKBP. Philemon Ginting, SIK, MH, saat ditangkap, Aman memang sementara bersembunyi.

Tersangka mengakui jika dirinya yang menikam Jefry Lumingkewas di depan City Mart Bitung. Ia menikam korban hanya karena dendam sebab pernah dipukul korban bulan Agustus 2016 lalu.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 dan pasal 338 KUHP yang ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (Jeffry).

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here