Paripurna DPRD Bitung Kacau Lagi

0
640
Sekda Kota Bitung, Audy Pangemanan (dua dari kiri) menepuk bahu anggota DPRD Bitung, Nabsar Badoa, usai dikritik dalam rapat paripurna. (foto.Jeffry)

Indonesia Blitz, Kota Bitung – Rapat DPRD Kota Bitung kembali ‘kacau’, Senin sore (7/8-2107).

Jika beberapa jam sebelumnya dalam rapat pimpinan dan anggota DPRD yang mendengar laporan komisi-komisi dan tanggapan fraksi tentang LKPJ APBD 2016 sempat ‘kacau’ karena banyak anggota dewan terlambat dan tidak hadir, kali ini dalam rapat paripurna Ranperda LKPJ APBD 2016 yang dihadiri Walikota Bitung,  Max Lomban dan Wakilnya, Maurits Mantiri, juga agak ‘kacau’.

Ini disebabkan laporan bersama gabungan komisi dan fraksi yang dibacakan anggota DPRD Dewi Suawa hilang selembar.

Akibatnya kesimpulan pendapat 4 fraksi masing-masing PDI Perjuangan, PKPI, Demokrat dan Nasdem tidak dibaca.

Dewi Suawa sempat terdiam di atas mimbar pidato, ketika anggota DPRD dari PDI-P,  Robby Lahamendu melakukan interupsi kepada pimpinan sidang, dengan mempertanyakan kenapa tanggapan 4 fraksi tidak ada sementara yang dibaca hanya 3 fraksi saja.

Rapat paripurna akhirnya terhenti. Sekretaris DPRD Bitung yang baru dilantik bulan lalu, Olga Makarauw terlihat sibuk memeriksa naskah yang dibaca Dewi Suawa. “Ini bukan kita pe salah. Sekretariat musti priksa bae-bae sebelum kase. (Ini bukan salah saya. Sekretariat harusnya teliti memeriksa sebelum memberikan ke saya)”, kilah Dewi dalam dialek Manado.

Kekacauan kecil ini langsung mendapat ‘semprotan’ dari Ketua Fraksi PKPI, Nabsar Badoa.
Nabsar menyebut  peristiwa  ini sudah berulang terjadi.

Ia bahkan meminta Sekda, Audy Pangemanan,  untuk memberi sanksi tegas kepada aparatnya di Sekretariat DPRD yang  dinilai tidak bekerja baik.

Sasaran Badoa tampaknya mengarah ke Sekwan, Olga Makarauw. Karena semua naskah yang diperbanyak pihak sekretariat,  sebelum dibawa ke rapat resmi, seharusnya sudah diperiksa terlebih dahulu.

“Ini kwa panyaki lama (Ini sudah penyakit lama). Yang lalu pernah juga terjadi naskah yang dibaca pak Alexander Wenas (dari Nasdem) hilang selembar. Solusinya sudah diambil oleh sekretariat dewan  adalah pura-pura pongo (tuli). Barangkali saya perlu mengusulkan ke Sekretaris Kota. Saudara sudah sering mendengar saran solusi tapi tidak pernah memberikan tindakan tegas ke bawahan. Perlu dipikirkan itu. Saya tidak mau menggurui tapi tolong diperhatikan”, kata Nabsar dengan suara lantang.

Beruntung masalah ini tidak berkelanjutan. Apalagi semua komisi dan fraksi sudah setuju Rancangan Perda LKPJ APBD 2016 disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). (Jeffry).

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here