9 Tusukan Bersarang di Tubuh Buring

0
2404
Tersangka JI alias Aman dalam rekonstruksi memperagakan adegan ketika ia menikam pisau ke arah rusuk korban Jefry Lumingkewas. (foto.hmspolresbtg)

Indonesia Blitz, Kota Bitung – Sebanyak 9 tikaman (tusukan) pisau bersarang di tubuh korban Jefry Lumingkewas alias Buring (30 tahun), warga Kelurahan Bitung Barat Kecamatan Maesa, yang ditemukan tewas di dalam mobil minibus Grand Livina, di ruas jalan Sam Ratulangi kota Bitung, Sulawesi Utara,  Sabtu lalu (5/8-2017)

Ini terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap Jefry Lumingkewas yang dilakukan sebanyak 12 adegan. Rekonstruksi dilakukan secara tertutup di halaman Mapolresta Bitung, Senin pagi (14/8-2017).

Dalam adegan reka ulang tersebut, tersangka JI alias Aman terungkap begitu bernafsu ingin membunuh Jefry Lumingkewas. Meski korban sudah menghindar dengan melompat dari kursi depan ke belakang dan sudah bermandikan darah, tersangka masih terus melakukan tikaman berulang-ulang ke bagian tubuh korban. “Sembilan tusukan”, kata Kapolresta Bitung, AKBP. Philemon Ginting, SIK, MH,  melalui Kasubag Humas Polres, AKP.Idris Musa.

Terdapat dua tersangka dalam kasus pembunuhan ini. Tersangka I adalah RS alias Amat Iris dan tersangka II, JI alias Aman. Kedua orang ini memang berteman. Sabtu subuh sebelum peristiwa pembunuhan itu, mereka sedang menonton balap liar di ruas jalan depan hotel Phoenix. Aman sempat pulang ke rumah mengambil pisau dan diselipkan di pinggangnya.

Tak disangka Jefry Lumingkewas yang mengendarai mobil bersama dua rekannya, Glen Amu dan Alan Elungan lewat. Tersangka 1 yang mengenal wajah korban sempat berteriak memanggil namanya, tapi mobil tidak berhenti.

Namun tiba-tiba sekitar 10 menit kemudian, mobil korban balik lagi melewati jalan tersebut. Tersangka I, RS alias Amat Iris langsung berlari menyeberangi jalan dan menghadang mobil tersebut dengan dua tangan terentang.

Amat Iris terlihat berbicara dengan korban. Namun tidak lama berselang,  Amat Iris sudah melayangkan pukulan ke arah wajah korban,  tapi korban sempat menangkis. Saat itu juga, Aman yang berdiri di samping kanan Amat Iris, mencabut pisau yang ia bawa dan menusuk ke korban.

Seperti dalam adegan ke 7, tersangka Aman pertama menikam kepala korban, kemudian tangan dan rusuk bagian kiri. Korban yang duduk di belakang kemudi mobil tak bisa mengelak.

Meski sudah bermandikan darah,  korban Jefry Lumingkewas berusaha menghindar dengan cara berdiri untuk pindah ke kursi bagian belakang. Namun naas, justru pada saat tubuh korban berputar, tersangka kembali menusukan pisau ke bagian rusuk korban dari arah jendela. Tersangka Aman, juga menusuk kaki korban.

Dua teman korban, yakni Glen Amu dan Alan Elungan yang ketakutan langsung turun dari mobil melarikan diri ke arah Polsek Maesa. Mereka sempat dikejar oleh saksi 3, RH alias Acang dengan sepedamotor.

Meski korban sudah terluka parah dan dalam posisi terduduk di kursi belakang, tersangka Aman masih juga berusaha menikam korban. Namun korban Jefry Lumingkewas berhasil menendang tangan kanan tersangka, sehingga pisau terjatuh ke lantai mobil. Tersangka Aman kemudian langsung lari.

Pada saat itu, dengan sisa tenaga yang ada, korban Jefry Lumingkewas kembali ke belakang kemudi dan menjalankan mobil untuk melarikan diri. Namun sayang,  kemungkinan akibat banyak kehabisan darah setelah terkena tikaman pisau bertubi-tubi, terutama di bagian rusuk kiri dan kanan, korban tak mampu lagi mengendarai kendaraannya.

Mobilnya langsung menabrak  trotoar dan pohon di sisi kiri jalan depan kantor pos Bitung.  Jefry Lumingkewas akhirnya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Nisan Grand Livina, sekitar pukul 04.50 wita.

Warga awalnya menduga pria muda ini adalah korban kecelakaan lalulintas,  karena mobil dengan nomor polisi DB 1169 FF yang ia kendarai  ringsek cukup berat akibat menabrak pohon.

Petugas Polisi sektor Maesa,  hari Sabtu (5/8-2017) sekitar pukul 04.15 Wita mendapat laporan ada mobil menabrak pohon. Namun ketika petugas melakukan pemeriksaan, di beberapa bagian tubuh korban, justru terdapat sejumlah luka tusukan,  tak seperti luka kecelakaan lalulintas.

Karena curiga, polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam. Apalagi sebelumnya ada dua orang datang melapor teman mereka ditikam. Hanya tiga jam setelah  Lumingkewas ditemukan tak bernyawa, tim Cobra Polsek Maesa dan tim Tarsius Polres Bitung,  berhasil menangkap tersangka penikam, JI alias Aman (24 tahun) yang bersembunyi di rumah salahsatu warga di Kompleks Parigi Tofor Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa sekitar pukul 08.30 Wita hari itu juga.

Menurut Kapolres Bitung, saat ditangkap, Aman memang sementara bersembunyi. Tersangka juga mengakui jika dialah yang menikam Jefry Lumingkewas di depan hotel Phoenix Bitung.

Tersangka mengaku menikam korban,  hanya karena dendam, sebab pernah dipukul korban bulan Agustus 2016 lalu. Akibat pembunuhan ini, polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 dan pasal 338 KUHP yang ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

Rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas perkara. Jika sudah lengkap,  berkas P-21 dan para tersangka akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,  untuk selanjutnya disidangkan. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here