Pelayanan di TPB Buruk, ALFI Sulut Desak Dirut Pelindo IV Mundur

0
646

Indonesiablitz.com, Bitung –  Para pengguna jasa Terminal Petikemas Bitung, PT. Pelindo IV, mendesak PT. Pelindo (persero) mengganti Direktur Utama PT. Pelindo IV, Doso Agung. Pasalnya perluasan dermaga belum mendesak diperlukan, namun yang mendesak penambahan dan rekondisi peralatan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia) Sulawesi Utara, Syam Panai, kepada indonesiablitz.com, pada Sabtu 19/8/2017. Karena akibat rusaknys RTG (Rubber Tired Gantry) Crane, Dwelling Time di terminal peti kemas 10 sampai 12 hari. Beberapa hari lalu puluhan sopir truk kontener menutup akses keluar-masuk, sebagai bentuk protes, karena buruknya pelayanan di Terminal Petikemas Bitung.

” Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa kita harus menjadi yang cepat, agar lebih unggul dari bangsa lain. Buruknya pelayanan di Terminal Petikemas Bitung, menyebabkan lambatnya pengiriman barang ke konsumen,” kata Panai.

Kelambatan operator Terminal Petikemas Bitung dianggap sebagai pembangkangan terhadap amanat Presiden untuk mengurangi ‘Dwelling Time’. ” Pihak Pelindo IV seharusnya segera mengatasi masalah secara cepat, bukan membiarkan masalah krane yang selalu rusak, sehingga tampak tak serius dalam perbaikan,” tambahnya.

Menurut Syam Panai, yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Bitung, seharusnya PT Pelindo lebih fokus kepada pelayanan pengguna jasa, bukan perluasan dermaga. ” Kerusakan alat selalu menjadi alasan PT. Pelindo atas lambannya handling cargo. Kalau sudah tahu masalahnya itu, kenapa PT. Pelindo justru menganggarkan perluasan dermaga dengan biaya ratusan miliar, bukan perbaikan atau peremajaan alat,” sembur Panai.

Akibat buruknya pelayanan di Terminal Petikemas Bitung, pengguna jasa yang merupakan perusahaan di bawah Alfi/Ilfa merugi miliaran rupiah. Kerugian tersebut yakni: pembengkakan biaya, storage, demurage dari perusahaan pelayaran, dan klaim pemilik barang karena keterlambatan.

” Yang paling parah bagi kami adalah hilangnya kepercayaan dari konsumen. Karena kami ini perusahaan yang menjual jasa sehingga kepercayaan nilainya sangat mahal. Sehingga kami dari ALFI/ILFA Sulut akan menyurat secara resmi kepada PT. Pelindo dan Menteri BUMN, untuk mengganti Dirut PT. Pelindo IV,” tegas Panai.

Seluruh biaya yang ditimbulkan atas buruknya pelayanan di Terminal Petikemas Bitung, harus ditanggung masyarakat konsumen. Bahkan dengan kelambanan tersebut muncul spekulan-spekulan saat barang langka, akibatnya perekonomian Sulut akan mengalami inflasi.

Sayangnya pihak PT.Pelindo IV (persero) saat dihubungi indonesiablitz.com, melalui surat elektronik humas@inaport4.co.id, belum memberikan balasan, atas permasalahan yang terjadi di Terminal Petikemas Bitung.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here