Mortir Permesta Diledakkan

0
665
Sebuah bom mortir aktif diduga peninggalan perang Permesta ditemukan di lahan RSUD Bitung, Rabu. Mortir tersebut akhirnya dimusnahkan dengan cara diledakkan. (ist)

Indonesia Blitz, Kota Bitung – Personil Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) Lantamal VIII Bitung, akhirnya memusnahkan sebuah mortir tua aktif bekas peninggalan perang Permesta yang ditemukan di halaman Rumahsakit Umum Daerah (RSUD) Bitung, dengan cara diledakkan,  Rabu sore (23/8-2017).

Mortir itu diledakkan di lahan kosong area pinggiran Kuala Tulap atau yang dikenal Sungai Girian, di Kelurahan Manembo-nembo atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Peledakkan yang dipimpin Komandan Yonmarhanlan Bitung, Mayor Marinir Arif Supriyadi,  berlangsung aman. “Mortir itu berhasil dimusnahkan, peledakkan berlangsung dengan aman,” jelas Arif.

Menurut Arif Supriyadi,  mortir tersebut adalah mortir komando yang mempunyai daya ledak tinggi. “Mortir itu adalah mortir 60 komando yang masih aktif. Jika meledak, kekuatannya mencapai 3 pon,” jelasnya.

Mortir tersebut awalnya ditemukan seorang tukang bangunan bernama Matius Menda (47 tahun),  ketika sedang menggali tanah untuk pembuatan pondasi gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bitung, Rabu sekitar pukul 15.00 wita.

“Saat menggali tanah, saya melihat ada benda bentuknya seperti bom. Merasa curiga itu adalah bom, saya langsung melaporkan kepada petugas rumah sakit,” kata Matius.

Beruntung mortir ini tidak terkena benturan keras alat penggali yang dipakai pekerja sehingga tidak meledak. Jika meledak dapat menimbulkan korban, apalagi sore itu area RSUD Bitung biasanya banyak warga datang membesuk pasien.

Kapolres Bitung, AKBP.Philemon Ginting, SIK, MH,  mengatakan kemungkinan masih ada mortir lainnya. “Kalau dapat satu, bisa jadi masih ada yang lain di sekitar tempat itu,” katanya.

Mortir jenis ini diduga kuat dipakai pada perang Permesta (Perjuangan Semesta). Dahulu di lokasi sekitar sungai Girian memang diketahui menjadi area pertempuran pada masa penjajahan Belanda dan Permesta.

Sebelum diledakkan tim Yonmarhanlan Bitung sudah melakukan pemeriksaan terhadap peluru mortir tersebut. “Demi keamanan, kita harus mencari lokasi yang aman untuk meledakkan mortir itu,” kata Arif Supriyadi.

Setelah mendapat lahan yang cocok dan aman, mortir tersebut diledakkan. Peledakkan ikut disaksikan Kapolres Bitung dan sejumlah aparat lainnya. (Jeff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 3 =