Ibu Muda ‘Dalang’ Pencurian di kompleks Perumahan

0
3391
Trio tersangka pencuri di perumahan Cliford Wangurer, kota Bitung, saat diinterogasi penyidik Sat Reskrim Polres Kota Bitung. (foto.jeffry)

Indonesia Blitz, Kota Bitung  –  Seorang ibu muda DG alias Dev (20 tahun) diduga kuat sebagai dalang pencurian di perumahan Clifford,  Paceda,  kecamatan Madidir Kota Bitung.

Ibu beranak dua ini rupanya menjadi pemberi ide dan info kepada dua teman lelakinya SM alias Sul (22 tahun) dan MSG alias Sar (20 tahun) tentang situasi di dalam rumah korban Ansar Tanua, sebelum mereka melakukan pencurian.

Setelah mendapat gambaran dari Dev yang memang sempat tinggal bertetangga dengan korban, Sar dan Sul langung beraksi Jumat malam lalu sekitar 18.45, bertepatan saat itu suasana di dalam rumah sasaran sedang kosong.

“Kita kwa cuma iko-iko (saya hanya ikut-ikutan). Dia yang ajak”, kata Sul kepada Indonesia Blitz, di Polresta Bitung, Senin siang  (2/10-2017),  menunjuk dengan kepalanya ke arah Dev, sang ibu muda yang berpenampilan seperti Anak Baru Gede. Dev juga ternyata berperan mengawasi di luar rumah jangan sampai ada orang lain melihat aksi mereka.

Hal yang sama dikemukakan juga oleh lelaki berpostur agak kekar, Sar. Sar mengatakan dirinya diberi ide oleh Dev untuk mengambil barang-barang berharga di dalam rumah tersebut. Ketika ditanya siapa pemberi ide untuk mencuri?, Sar tak ragu menunjuk Dev.

Dev sendiri mengakui memang tinggal bersebelahan dengan rumah yang mereka jadikan sasaran pencurian. “Baku birman kwa di sei rumah pa kita tu korban pe rumah (Rumah saya bersebelahan dengan rumah korban)”, ujar Dev.

Namun Dev mengelak dia yang memberikan informasi terkait situasi di dalam rumah yang mereka curi. “Nyanda, bukang kita yang kase informasi… kita cuma tinggal di dalam rumah”, elaknya.

Trio pencuri ini memang sering bergaul bersama karena mereka teman sejak dulu. Dev masih tercatat sebagai warga Pakadoodan kecamatan Maesa meski kini tinggal di perum Clifford, sedangkan Sar warga Girian Bawah kecamatan Girian  dan Sul warga Pateten kecamatan Aertembaga.

Mereka mencuri sebuah televisi layar datar LCD berukuran 32 inch merk Changhong, satu buah laptop merk Toshiba, dan satu buah jam tangan merk Quartz, serta satu buah tas kecil berisikan surat penting. Korban mengaku mengalami kerugian sekitar 30 juta rupiah.

Namun sebelum barang curian dijual, mereka keburu dibekuk Tim Gabungan Polres Bitung.

Menurut Kapolres Kota Bitung, AKBP.Philemon Ginting, SIK, MH, jetiga tersangka ditangkap petugas dalam waktu 1 x 24 setelah mendapat pengaduan dari korban yang juga pemilik rumah.

“Sudah kita amankan tiga orang tersangka pelaku pencurian. Dua lelaki yang masuk dan satu perempuan yang memonitor situasi di luar. Barang yang dicuri di dalam rumah termasuk ada uang,  emas, dan barang-barang elektronik. Barang bukti sudah kita amankan, dan 1 kali 24 jam pelaku juga sudah kita tangkap”, jelas Kapolres.

Dua tersangka Sar dan Sul diamankan hari Sabtu, 30 september 2017 sekitar pukul 22.00 wita di Padang Pasir, Pateten satu Kecamatan Maesa.  Saat diinterogasi, kedua tersangka langsung mengaku telah melakukan pencurian di perum Cliford.

Mereka juga mengaku saat melakukan aksi ikut diberi petunjuk oleh seorang perempuan Dev yang akhirnya ditangkap pada hari Minggu 1 Oktober 2017, sekitar pukul 04.00 wita di depan Bank BRI ruko Pateten.

Dev mengaku dia ikut mengawasi dan memberikan gambaran saat Sar dan Sul melakukan pencurian.  Mereka masuk dengan mencongkel pintu memakai obeng dan satu buah palu.

Uniknya ketiga tersangka ini mengaku terpaksa melakukan pencurian karena terdesak tidak makan. “Kami mencuri karena so nyanda makang pak. (Kami mencuri karena sudah tidak makan)” ujar Sul yang badannya penuh tatto sama seperti Sar.

Memiriskan dua tersangka lelaki Sar maupun Sul baru bebas bulan Agustus 2017 lalu dari penjara akibat terlibat kasus yang sama. Kini keduanya bersama ibu muda Dev juga terancam 7 tahun penjara sesuai pasal 363 KUHP.

Kapolres Kota Bitung, menyesalkan kedua tersangka tidak merasa jera sudah pernah dipenjara. “Inilah yang kita sesalkan. Mudah-mudahan kali ini ada pemberatan kepada yang bersangkutan, karena kita hanya berpijak pada perilaku dia saat ini. Pasalnya jelas 363, untuk pemberatannya nanti kita lihat pada proses persidangan”, kata Kapolres.

Ketiga tersangka kini masih mendekam dalam ruang tahanan Polresta Bitung untuk penyidikan lebih lanjut. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here