Ramlan Serahkan Masalah PAW ke DPRD & KPUD

0
346
Anggota DPRD Bitung, Ramlan Ifran (tengah) saat bercakap-cakap dengan sejumlah wartawan di Bitung, Sabtu (28 Okt 2017) (foto.jeffry)

INDONESIA BLITZ, Kota Bitung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Ramlan Ifran, menyerahkan sepenuhnya ke DPRD dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kota Bitung,  masalah prosedur proses Pergantian Antara Waktu (PAW) Anthonius ‘Hen’ Supit  ke dirinya. “Ini adalah ranahnya KPU dengan Dewan (DPRD)”, katanya ketika ditanya para wartawan, hari Sabtu  (28-10-2017).

Ramlan yang baru sekitar 7 bulan menduduki kursi DPRD Bitung ini,  menjawab dengan diplomatis semua pertanyaan wartawan.  Ketika ditanya apakah nanti ia kecewa seandainya PAW dibatalkan, Ramlan hanya mengatakan tidak mau berandai-andai. “Torang jangan berandai-andai, karena torang kan belum tahu ke depan seperti apa. Tapi sebagai manusia torang terima saja bahwa itulah yang terjadi”, katanya.

Ia bahkan menggambarkan kehidupan manusia mempunyai resiko, seperti seseorang yang ingin ke depannya berhasil, tapi kenyataannya tidak.  “Torang mo bisnis. Torang berharap ke depannya sukses torang pe berbisnis. Tapi  di akhir tidak sukses. Ya sudah, itulah resiko hidup”, paparnya.

PAW terhadap Anthonius Supit ke Ramlan Ifran,  menjadi masalah setelah adanya surat dari KPU Republik Indonesia nomor 581 tertanggal 13 Oktober 2017 kepada KPU Sulawesi Utara,  yang intinya meminta pembatalan PAW tersebut.

Komisioner KPUD Bitung,  yang membidangi Hukum, Pengawasan dan Teknis Penyelenggara, Selvie Rumampuk ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (27/10-17) membenarkan adanya surat dari KPU RI yang meminta pembatalan PAW tersebut. “Surat KPU RI dengan nomor 581 ditujukan pada KPU Provinsi yang intinya meminta agar DPRD Bitung membatalkan proses PAW tersebut,” kata Rumampuk.

Keluarnya surat KPU RI tentang pembatalan PAW atas Anthonius Supit ini, karena dalam proses pengusulan PAW tersebut tidak melibatkan KPUD Bitung.

Menurut Rumampuk, sesuai aturan seharusnya pimpinan DPRD Bitung terlebih dahulu menyurat ke KPUD Bitung untuk meminta proses PAW tersebut dilaksanakan. Kemudian KPUD melakukan verifikasi dan proses pengusulan termasuk merekomendasikan calon kandidat pengganti berdasarkan jumlah perolehan suara dalam Pemilihan Legislatif 2014 lalu. Setelah itu, KPUD menyurat ke pimpinan DPRD terkait proses PAW tersebut. Berdasarkan itu, pimpinan DPRD Bitung baru menyurat ke Gubernur melalui Walikota untuk meminta persetujuan PAW.

Yang menjadi masalah, KPUD Bitung ternyata tidak dilibatkan. Karena prosedurnya keliru, maka KPU Provinsi dan KPU RI mempertanyakan hal ini. Bahkan nama Ramlan Ifran sebagai pengganti Anthonius Supit di DPRD tidak tercatat dalam data Sistem Informasi PAW KPU RI.

Menurut Ramlan, DPRD Kota Bitung akan melakukan rapat hari Senin 30 Oktober 2017 untuk membahas termasuk mengambil keputusan terkait adanya surat permintaan pembatalan PAW dari KPU RI.

Ramlan atau yang dikenal dengan panggilan haji Olan dilantik menjadi anggota baru DPRD Kota Bitung menggantikan Anthonius Supit, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bitung,  Selasa 11 April 2017 lalu.

Pelantikan atau pengangkatan Ramlan dan pemberhentian Antonius yang akrab dipanggil Ko Hen, dilakukan Wakil Ketua DPRD Bitung, Joel Jerry Lengkong,  berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara nomor 423 tanggal 30 Desember 2016.

PAW terhadap Hen Supit dilakukan DPP Partai Nasdem, setelah sempat terjadi friksi saat Pilwako Bitung tahun 2015 lalu. Hen Supit yang sempat memimpin gerbong DPC Nasdem kota Bitung, akhirnya menyatakan mundur tahun 2016 lalu.

Pelantikan Ramlan Ifran ikut dihadiri Walikota Bitung, Maximiliaan Lomban dan Wakil Walikota, Maurits Mantiri serta sejumlah anggota Forkopimda. Selain itu hadir pengurus DPW Partai Nasdem, Elman Saragih, Virgie Baker dan Herman Assa.

Ramlan berhak menjadi pengganti Anthonius Supit di DPRD Bitung,  karena dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014 lalu di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 (Maesa dan Madidir), ia  berada di urutan 3 dengan 530 suara,  setelah Julitje Margareta Maringka (756 suara),  yang juga terpilih menjadi anggota DPRD.

Ramlan Ifran mengabdi di DPRD setidaknya untuk 2 tahun 6 bulan hingga Agustus 2019, karena sebelumnya Anthonius Supit sudah menjadi anggota DPRD Bitung sejak Agustus 2014. (Jeffry)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here