Oknum TNI AL Tahan 4 Ekor Ayam Lengkap Dokumen, Pemilik Lapor Ombudsman

0
1599
KM Labobar saat sandar di Pelabuhan Bitung pada Minggu, 24/12/2017. Insert: 4 ekor ayam lengkap dokumen karantina ditahan oknum TNI AL

Indonesiablitz.com, Bitung – Dua orang warga Kota Bitung, Sulawesi Utara, Andri Herlambang, mengeluhkan tindakan oknum aparat TNI AL, yang menahan 4 ekor ayam, yang akan dikirim ke Sorong, Papua Barat, dengan menggunakan kapal Pelni KM Labobar pada hari Minggu, 24/12/2017.

” Saya sudah mengikuti prosedur pengiriman unggas antar pulau, yang menyatakan ayam-ayam tersebut bebas Flu Burung (Avian Influenza). Sehingga keluar sertifikat kesehatan hewan, sebagai syarat pengiriman unggas, dari Kantor Balai Karantina Pertanian Manado. Namun oknum aparat TNI AL, menahan ayam-ayam tersebut,” kata Herlambang.

Dari pengakuan Andri Herlambang, Oknum anggota TNI AL berpangkat Kapten bersikeras menahan ayam miliknya dengan alasan, ayam-ayam jenis keturunan Filipina tersebut akan digunakan untuk sabung ayam, atau judi.

” Komandan bilang, torang pe ayam mau dipakai judi, dan judi itu penyakit masyarakat (pekat), sehingga harus ditahan. Torang sempat minta tanda terima penyitaan, tapi komandan tidak kasih,” sesal Herlambang, seraya menambahkan, bahwa oknum anggota TNI AL, mengancam akan memusnahkan ayam-ayam tersebut, pada tanggal Rabu, 27/12/2017.

Menanggapi masalah tersebut, petugas lapangan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, Wilayah Kerja Pelabuhan Bitung, Sugiman mengatakan, pihaknya telah memproses pengiriman ayam sesuai prosedur Karantina, senhingga terbit Sertifikat Kesehatan Hewan.

” Kami sudah bekerja sesuai prosedur, dan 4 ekor ayam tersebut sesuai Undang-undang Karantina, layak untuk dilintas pulaukan. Saya sempat bertanya ke Oknum anggota TNI AL, mengenai penahanan ayam tersebut, alasan mereka ayam tersebut untuk judi. Ayam-ayam ini kan belum dipakai judi, jadi belum ada alasan untuk menahan ayam-ayam tersebut,” terang Sugiman.

Merasa dirugikan oleh Oknum TNI AL, Andri Herlambang, melaporkan masalah tersebut ke Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara. ” Saya tidak tahu mau mengeluh kepada siapa, saya terpaksa melaporkan masalah ini kepada Ombudsman. Kami menuntut keadilan, karena saya merasa tidak bersalah, dan mengikuti prosedur dan aturan pemerintah,” keluh Herlambang.

Sayangnya oknum TNI AL, berpangkat Kapten, saat dikonfirmasi Indonesiablitz.com, melalui pesan singkat maupun panggilan telepon seluler 0812811xxxx8, belum mendapat tanggapan.

 

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here