Kejari Sangihe Serius Tangani Kasus Korupsi, Tersangka Korupsi SMA Nusa Tabukan Bertambah

0
670
Irwan Datuinding SH MH, Kajari Kepulauan Sangihe

indonesiablitz.com, Tahuna – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe, kembali menetapkan seorang tersangka kasus dugaan korupsi proyek swakelola pembangunan gedung SMA Negeri Kecamatan Nusa Tabukan, berinisial RDM, pada Senin 22/1/2018.

Praktis, proyek berbandrol Rp 2,5 miliar itu, telah menjerat tiga orang tersangka. dimana sebelumnya, pihak Kejari Sangihe, telah menetapkan dua orang tersangka masing-masing, HT dan SM dan keduanya telah dititip di Lembaga Pemasayarakat (Lapas) Tahuna.

Sedangkan satu tersangka yang baru saja ditetapkan berinisial RDM, merupakan janji Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sangihe, Muhammad Irwan Datuinding SH MH, yang sebelum menyatakan ada tersangka lainya akan menyusul keduanya.

“ Saya sudah sampaikan, dalam kasus tersebut bakal ada tersangka lain selain SM dan HT, sebab dari hasil pengembangan penyidikan, kami menemukan bukti kuat dimana nama RDM berkali-kali disebutkan saat petugas penyidik melakukan introgasi terhadap kedua tersangka serta sejumlah saksi lainya. Intinya, yang terbukti siapapun dia dan apapun jabatannya, jika terbukti korupsi, pasti akan diproses sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku,” ujar Datuinding.

Diapun berujar, sesudah kasus dugaan korupsi proyek swakelola SMA Negeri Nusa Tabukan pihaknya juga saat ini, tengah mendalami sebuah kasus dugaan korupsi lainya yang dipastikan akan mengejutkan warga di daerah ini.

“Sesudah kasus ini, bakal ada kasus lain yang tidak kalah hebohnya. Kita lihat saja nanti. Namun dukungan seluruh warga Sangihe sangat kami butuhkan, dalam rangka membersihkan kasus korupsi di daerah ini,” pungkas Datuinding.

Diketahui, pengungkapan kasus dugaan korupsi proyek swakelola pembangunan gedung SMA Negeri Nusa Tabukan Tahun Anggaran (TA) 2016, setelah pihak Kejari Kepulauan Sangihe, melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, pada akhir tahun 2017 lalu, hingga diawal tahun 2018, Kejari berhasil menetapkan tiga orang tersangka yang nota bene berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here