Anggota Pasukan Marinir Serda Hadi Kurniawan Ditemukan Gugur di Perairan Talaud

0
826
Serda Mar. M. hadi Kurniawan, anggota Pasukan Marinir Yon Taifib Surabaya, akhirnya ditemukan nelayan Talaud, gugur dalam latihan tempur.

Indonesiablitz.com, Talaud – Setelah tujuh hari dilakukan SAR (Search ang Rescue), atas hilangnya seorang anggota pasukan Marinir, penerjun Yon Taifib asal Surabaya, Sersan Dua Marinir M. Hadi Kurniawan, hari ini Rabu 14/2/2018, akhirnya berhasil diketemukan oleh nelayan di perairan Desa Kaima, Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Seorang nelayan setempat, Astoni Apena (31), menemukan jenazah Serda Mar. M. Hadi Kurniawan tak jauh dari pantai Kaima. ” Saya mau mancari ikan, tapi setelah katinting saya berjalan 700 meter, saya menemukan sosok terapung, berbaju loreng coklat. Saya akhirnya kembali ke pantai untuk lapor ke Koramil,” ungkap Apena.

Laporan warga tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat Koramil 1312-08 Melonguane segera mengevakuasi jenazah  seorang anggota Pasukan Marinir, dengan menggunakan pamboat, milik nelayan setempat. Dan beberapa saat kemudian jenazah Serda Mar. M. hadi Kurniawan diserahkan kepada personil Lanal Talaud, yang menggunakan speedboat merapat di pamboat.

Untuk memastikan penyebab gugurnya Serda Mar M. Hadi Kurniawan, jenazah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Mala, Kabupaten Kepulauan Talalud, untuk menjalani pemeriksaan.

Serda (Mar) M. Hadi Kurniawan, yang merupakan Komandan Unit 4, Yon Taifib Pasmar-1 Surabaya, dikabarkan hilang dalam latihan gabungan terjun tempur, pasukan khusus Intai Amfibi Korps Marinir, di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Rabu 7/2/2018, dinihari.

Pelaksanakan latihan gabungan terjun tempur pasukan Marinir, dengan sasaran Bandar Udara Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun pada pukul 03.30 Wita, Serda M. Hadi Kurniawan kehilangan kontak karena cuaca buruk, berupa hujan disertai angin kencang.

Saat cuaca buruk, anggota Batalyon Marinir pasukan Taifib  Surabaya, Serda (Mar) M. Hadi Kurniawan, diperkirakan kehilangan kontrol, karena faktor cuaca buruk dan terbawa angin kencang yang melanda wilayah paling utara Indonesia. Tali parasut saat terjadi angin kencang diduga kuat melilitnya, hingga kehilangan kontrol.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here