Program ‘Kaehe Buresi’ Belum Optimal

0
393
Christofel Hangau, Kadis Lingkungan Hidup Pemkab Kep. Sangihe

indonesiablitz.com, Tahuna – Masalah timbunan sampah jenis plastik di rawa pasar Ikan di Kecamatan Manganitu, yang nota bene berada di tengah ibu kota Kecamatan, memunculkan beragam komentar miring dari berbagai elemen warga di wilayah berjuluk Maubungang itu. Sejumlah warga menilai, penyebab terjadinya tumpukan sampah plastik, selain karena kebiasaan buruk warga membuang sampah secara sembarangan, bisa jadi karena belum optimalnya pelaksanaan program Kaehe Buresi di Kecamatan Manganitu.

Merekapun mempertanyakan sikap pemerintah Kecamatan Manganitu, dalam mengimplementasikan program Kaehe Buresi tersebut. Padahal Program Kaehe Buresi dicanangkan di Kecamatan Manganitu, bersamaan dengan pelaksanaan acara Me’Daseng pertama kalinya oleh Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Sangihe.

“Sayangnya, semenjak program itu dicanangkan, hingga saat ini, pemerintah kecamatan maupun pemerintah kampung, tidak pernah mengutak-atik tumpukan sampah di rawa pasar Ikan itu. Jangankan melakukan pembersihan, memberikan himbuan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan pun tidak pernah dilakukan oleh pemerintah setempat,” tutur, para penjual ikan yang setiap harinya beraktivitas di pasar tersebut.

Akan hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs Christofel Hangau, menyatakan kekecewaanya terhadap kurangnya perhatian dan kepekaan pemerintah Kecamatan Manganitu terkait pentingnya kebersihan lingkungan. “Sangat memiriskan kalau di salah satu sudut Kota Manganitu yang nota bene adalah ibu kota Kecamatan Manganitu ditemukan suatu kondisi dengan tumpukan sampah. Ini menunjukan kurangnya perhatian dan kepekaan pemerintah baik pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan terkait pentingnya kebersihan lingkungan,” tutur Hangau.

Dia berujar, bahwa Program Kaehe Buresi yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan belum dilaksanakan secara optimal. Bahkan menjadi sebuah ironis, karena program Kaehe Buresi dicanangan di Manganitu. Namun begitu, eks camat Tamako itu, berharap pemerintah Kecamatan Manganitu segera melakukan penanganan sampah dengan memberdayaksn masyarakat setempat, mengingat pada tanggal 21 Februari 2018 mendatang adalah Hari Peduli Sampah Nasional. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here