Aktivis Lingkungan Inggris Apresiasi Konservasi Macaca Nigra

1
258
Aktivis Lingkungan asal Inggris, kunjungi Duta Yaki Indonesia, Khouni Lomban Rawung, di Ruah Dinas Walikota Bitung.

Indonesiablitz.com, Bitung – Sejumlah aktivis lingkungan asal Inggris memberikan apresiasi kepada Duta Yaki (Macaca Nigra), atas dukungannya terhadap penyelamatan atau konservasi binatang langka tersebut. Aktivis lingkunga yang menyelesaikan program doktoral di salah satu perguruan tinggi Inggris tersebut, mengunjungi duta Yaki, Khouni Lomban Rawung pada Rabu 7/3/2018.

Aktivis lingkungan yang datang di Kota Bitung, antara lain:  Stpehen Passfield, William Passfield, Sally Passfield, Cathy Hilser dan Harry Hilser. Sebelum mengunjungi Duta Yaki, Khouni Lomban Rawung, mereka melihat secara langsung kehidupan Yaki Panta Merah (Macaca Nigra) di habitat asli, di Taman Wisata Batu Putih dan Cagar Alam Tangkoko, Kota Bitung.

” Konservasi Macaca Nigra dan Tarsius Spectrumdi hutan Tangkoko, sungguh luar biasa. Ini sebuah destinasi wisata dan ruang belajar yang eksotis dan memiliki daya tarik wisatawan maupun penelitian,” ujar Harry Hilser.

Mereka memberikan apresiasi terhadap Duta Yaki, Khouni Lomban Rawung, serta dukungan Pemerintah Kota Bitung, dalam konservasi binatang langka di habitat aslinya. ” Yang diperlukan adalah promosi, karena masih banyak orang tidak tahu surga tersembunyi ada di kota Bitung,” tambah Hilser.

Duta Yaki, Khouni Lomban Rawung menerima para aktivis lingkungan di Rumah Dinas Walikota Bitung.  Duta Yaki menyuguhkan promosi wisata melalui video pendek, sekaligus memaparkan beberapa lokasi lain yang tak kalah menarik dari Tangkoko, seperti 95 Spot Diving Selat Lembeh, Pantai Pasir Panjang dengan Hutan Mangrovenya serta keindahan Hutan Mangrove Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara.

“ Macaca Nigra dan Tarsius Spectrum, hanya salah satu dari lima pesona wisata Kota Bitung, Yakni Pesona Fauna. Karena Kota Bitung telah mendeklarasikan Lima Pesona di bidang pariwisata, yakni: Pesona Maritim, Pesona Flora, Pesona Fauna, Pesona Industri, dan Pesona Sejarah/Religi, semua ini dikemas dalam Bitung Bahari Berseri ,” pungkas Rawung.

Advertisements

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here