International Womens Day… Srikandi Pelabuhan Bitung Ajak Perempuan Minahasa Teladani Maria Walanda Maramis

0
273
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, yang dikenal "Srikandi" Pelabuhan Bitung, dr. Pingkan Pijoh, ikuti Pelatihan Pengurangan Dampak Radiasi Nuklir baru-baru ini. (foto:ist)

Indonesiablitz.com, Bitung – Hari ini, Kamis 8 Maret 2018, dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional ( International Womens Day). Dilansir dari situs PBB (UNO) Peringatan Hari Perempuan Internasional awalnya dilaksanakan pada tahun 1909, untuk mengingat aksi demo pekerja perempuan di Amerika Serikat, yang menuntut hak berpendapat dan hak politik.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bitung, dr. Pingkan Pijoh, kepada Indonesiablitz.com mengatakan bahwa perjuangan persamaan hak kaum perempuan tak mengenal kata berhenti. Apalagi pekerjaan yang digelutinya identik dengan kaum laki-laki.

” Banyak pengalaman yang dapat kita petik dari pekerjaan ini, karena saya bekerja di wilayah pelabuhan, yang dikenal keras dan identik dengan pekerjaan laki-laki. Sehinga perlu saya katakan perjuangan persamaan hak kaum perempuan tak kenal kata berhenti,” kata  Pijoh.

Menurut dr. Pingkan, yang dikenal sebagai “Srikandi” dari Pelabuhan Bitung ini, seringkali menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan juga dengan pandangan dan tindakan yang melecehkan.

” Tak sedikit laki-laki yang memandang remeh, kami para perempuan. Namun kami tetap harus menjelaskannya dengan penuh kesabaran, sehingga tugas yang kami emban tetap berjalan sesuai tanggung jawab,” tambahnya.

Dr. Pingkan Pijoh menegaskan bahwa peringatan Hari Perempuan Se-Dunia, merupakan momentum kaumnya untuk memperjuangkan persamaan hak. Namun sebagai bangsa Indonesia, harus juga meneladani perjuangan para Pahlawan Nasional RA. Kartini, Dewi Sartika, Maria Walanda Maramis dan lain-lain.

” Sebelum perempuan Amerika menuntut kesetaraan hak, para pahlawan kita sudah lebih dulu berjuang untuk itu. Dan Kita di Sulawesi Utara harus mengikuti jejak Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis, dalam memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan,” terang Srikandi Pelabuhan Bitung.

Menurut Kepala KKP Bitung, dr. Pingkan Pijoh, perjuangan tak kenal lelah Maria Walanda Maramis, dengan mendirikan PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya)yang mengajarkan baca tulis dan ketrampilan kepada perempuan Minahasa, pada masanya menjadi bekal perempuan Minahasa untuk menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki.

” Perjuangan Maria Walanda Maramis masih berlanjut dengan memperjuangkan kaum perempuan untuk duduk di Badan Perwakilan (Minahasa Raad). Perjuangan tersebut baru dikabulkan pemerintah Hindia Belanda beberapa tahun kemudian. Suri tauladan Maria Walanda Maramis, semangatnya harus selalu berkobar di dalam dada bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Minahasa khususnya,” pungkas Pingkan Pijoh.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here