Gunung Agung Semburkan Lava Pijar 2000 Meter

0
116
Lava Pijar meleleh dari puncak Gunung Agung membakar hutan yang dilewatinya.

Indonesiablitz.com, Bali – Gunung Agung di Kabupaten Karang Asem, Provinsi Bali, kembali meletus, pada Senin (2/7/2018) dari pagi hingga sore hari, Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan tinggi abu vulkanik dari 1.000 meter hingga 2.000 meter. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut.

Pada Senin malam tiba- tiba masyarakat sekitar Gunung Agung, dikejutkan letusan disertai dengan suara ledakan keras disertai dengan lontaran batu pijar.

Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar du beberapa bagian.

Relawan Pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Selain itu juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar cukup luas.

PVMBG (Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi) melaporkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada tanggal 2/7/2018, tepatnya pukul 21:04 WITA. Tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Masyarakat sekitarnya langsung melakukan evakuasi mandiri. Turun ke desa-desa yang aman. Status Gunung Agung tetap Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak kawah.

Pantauan satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat. Hingga saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di Denpasar Bali masih beroperasi normal. Demikian pula bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan.

” Gunakan semua informasi terkait kegunungapian dari PVMBG sebagai lembaga yang resmi. Masyarakat yang melakukan evakuasi dihimbau tidak keluar dari wilayah Kabupaten Karangasem tetapi cukup berada di daerah KRB II agar memudahkan penanganan pengungsi,” pungkas Sutopo

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here