Gaghana : Kapitalaung Wajib Jabarkan Nawacita

0
100
Bupati Sangihe, Jabes Gaghana Lantik 110 Kapitalaung terpilih

Indonesiablitz.com, Tahuna – Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, melantik dan mengambil sumpah 110 Kapitalaung (Kepala Kampung) hasil pemilihan serentak 113 kampung, Mei 2018 lalu, di Pendopo Rumah Jabatan, Senin (13/8). Sebelum acara dimulai, Bupati meminta kepada seluruh hadirin berdiri untuk mengheningkan cipta sejenak, atas meninggalnya Kapitalaung terpilih, Kampung Bukide Kecamatan Tabukan Selatan.

Mendahului sambutannya, Jabes menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kejaksaan, aparat Kepolisian, TNI AD, TNI AL serta semua pihak hingga terselenggaranya pemilihan kapitalaung secara serentak, dengan aman dan terkendali. Kepada 110 kapitalaung yang akan segera menjalankan tugasnya, Jabes mengingatkan soal tugas dan tanggung jawab sebagai kepala pemerintahan di kampung yang punya kewajiban dalam menjalankan program pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga kampung.

“Artinya Nawacita Presiden Jokowi, program Gubernur OD-SK, sapta karya program Pemerintah Kabupaten wajib diturunkan dan dijabarkan di kampung, dengan visi sebagai daerah perbatasan, daerah maritim maju sejahtera dan mandiri,” imbuh Gaghana.

Dia mengatakan, tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan bagi masyarakat, bukan sebagai pemegang tahta, bukan sebagai raja yang dilayani oleh rakyat. “Saya tidak mau mendengar ada laporan kapitalaung pilih kasih apalagi sampai mempersulit masyarakat dalam hal pelayanan, hanya karena perbedaan pilihan,” tegas Gaghana.

Demikian halnya dengan pangangkatan dan pergantian aparat kampung harus ada kordinasi dengan Camat. Aparat juga harus dipilih bukan diangkat, MTK, kepala lindongan juga harus dipilih, dimana SK MTK itu dari bupati bukan SK kapitalaung. Terkait dengan program yang sangat mendasar dari pemerintah pusat sampai kampung adalah pengentasan kemiskinan.

Dalam pemanfaatan Dana Desa (Dandes) Jabes mengingatkan kepada para Kapitalaung harus berdasarkan keputusan seluruh masyarakat, bukan keputusan aparat kampung. Selain penggunaan Dandes sesuai mekanisme dan acuan yang telah ditetapkan, juga harus ada penanganan langsung dari camat.

“Kalau sudah ada tim pengelolah Dandes, jangan lagi kapitalaung, istri kapitalaung yang jadi bendahara, kalau sudah seperti itu, maka hal tersebut merupakan sebuah langkah awal untuk masuk penjara. Jadi jangan ada Kapitalaung yang bermimpi akan bisa menikmati Dandes untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya” pungkasnya. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here