OD Dorong Bank Sulut Kucurkan Pinjaman Sangihe 170 M

0
151

INDONESIABLITZ.COM, Tahuna – Pinjaman 170 miliar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada Kementerian Keuangan RI melalui Bank Sulut’Go, telah memiliki kepastian, setelah Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, menyampaikan dukungannya atas kreatifitas Pemkab Sangihe mengajukan pinjaman dana yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Sangihe sebagai daerah terluar yang berbatasan dengan Negara tetangga Filipina.

“Sebagai Gubernur, saya tentunya sangat mendukung langkah pemerintah Kepulauan Sangihe yang mengajukan pinjaman 170 miliar, apalagi akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah ini. Olehnya, saya mendorong pihak Bank Sulut’Go untuk segera memproses pinjaman itu, tetapi semuanya merupakan kewenangan pihak bank, karena mereka punya aturan sendiri,” ujar Dondokambey, kepada sejumlah awak media, usai membuka acara Festival Pesona Sangihe (FPS) 2018 di Tahuna, belum lama ini.

Olly, bahkan menyampaikan rencana Bupati Minahasa terpilih, Roy Roring, yang menanyakan kepada Bupati Sangihe, soal tata cara memperoleh pinjaman ratusan miliar itu. “Pak Roring bahkan bertanya kepada Bupati Sangihe soal cara memperoleh pinjaman seperti itu, dimana terobosan atau inovasi Pemerintah Kabupaten Sangihe, bisa saja menjadi contoh bagi pemimpin daerah lain yang ada di Sulut,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kepualauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, yang mendengar langsung pernyataan Gubernur terkait pinjaman 170 miliar itu, mengaku bangga bahkan memberi apresiasi atas perhatian pemerintah Provinsi terhadap Kabupaten Sangihe.

“Pemerintah dan seluruh masyarakat Sangihe, tentunya sangat gembira, sekaligus memberi apresiasi kepada pak Gubernur yang memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terkait pinjaman 170 miliar itu. Ini adalah wujud serta perhatian pemerintah provinsi terhadap kemajuan pembangunan di Sangihe yang nota bene sebagai daerah terluar,” ujar Gaghana.

Diketahui, pinjaman 170 miliar ini, telah memunculkan beragam polemik dari beberapa penghuni lembaga Legislatif. Bahkan hingga saat ini, Risald Paul Makagansa yang merupakan Wakil Ketua 2 DPRD Sangihe, tetap menolak pinjaman 170 miliar itu karena tidak sesuai prosudur dan aturan main, termasuk tingginya nilai bunga bank yang mencapai 15 hingga 17 miliar dalam satu tahun, dan lagi-lagi alasan yang ditonjolkan akan merugikan masyarakat.

Sementara bocoran yang diperoleh media ini menyebutkan, pihak pemerintah daerah dengan DPRD sudah ada kesepakatan dari hasil pembicaraan antara pemerintah dengan seluruh anggota dewan, namun kesepakatan tersebut menjadi buyar, ketika ada seseorang yang merekamnya kemudian melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Sangihe. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here