Napi Manado Kendalikan Narkoba Papua

0
167


INDONESIA BLITZ, KOTA BITUNG – Kepolisian Resort Kota Bitung melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu ke Papua, yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting kota Manado. Lima orang tersangka kini ditahan di Polres Bitung, dengan barang bukti sebanyak 100 gram sabu bernilai ratusan juta rupiah.
Empat lelaki dan satu wanita warga kota Manado masing-masing BM alias Billy (26 tahun) / RT alias Ricko (30 tahun), Vicky alias Rayen (35 tahun), Valen Tolok (37 tahun) dan PT alias Ika (23 tahun), kini harus mendekam di ruang tahanan Polres kota Bitung, karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu seberat 100 gram.
Komplotan ini dibekuk satu-persatu oleh tim Satres Narkoba Bitung setelah polisi lebih dulu menangkap tersangka wanita muda bernama Ika, warga Griya Paniki Manado. Ia membeli 1 paket sabu yang dikemas di dalam botol shampoo di kota Bitung.
Dari keterangannya, polisi kemudian menangkap seorang kurir sabu di atas kapal KM. Labobar, saat hendak membawa dan menjual barang haram tersebut ke propinsi Papua.
Dari keterangan kurir yang juga residivis narkoba, polisi mengembangkan kasus ini dan mengendus tersangka lain, yang diduga sebagai pengendali atau bandar. Lelaki bernama Valen ini ternyata masih mendekam di Lapas Tuminting kota Manado. Ia masuk penjara juga dalam kasus yang sama dengan hukuman 3,5 tahun.
Menurut Kapolres Bitung, AKBP. Philemon Ginting, SIK,MH, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukumannya seumur hidup atau pidana mati.
Tersangka Valen mengakui dirinya hanya menerima order pembelian sabu melalui handphone dari dalam Lapas, kemudian ia meneruskan Short Massages Service (SMS) ke bandar narkoba yang ia sendiri tidak tahu siapa.
Narkoba sabu diantar dengan cara dibuang di rerumputan, kemudian ia memberi tahu kurir untuk mengambilnya. Sedangkan transaksi pembayaran dengan pembeli ia tidak tahu-menahu nilainya berapa.
Narkoba sabu ini diduga kuat dipasok dari luar Sulawesi Utara. Harga narkoba jenis sabu di Papua sekitar 2,2 juta rupiah per gram. Jadi jika 100 gram berhasil dijual, tersangka pemasok bisa memperoleh 220 juta rupiah.
Polisi memperkirakan akan ada tersangka lain, karena masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap bandar besar atau pemasok serta pembeli di Papua. ***

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here