Antisipasi Infiltrasi Teror di Perbatasan, Mabes Polri Turun ke Tabukan

0
157

INDONESIABLITZ.COM, Tahuna – Kabupaten Kepulauan Sangihe yang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Filipina, mendapat perhatian khusus Mabes Polri. Hal tersebut untuk menjaga keutuhan NKRI dari kemungkinan adanya gangguan terorisme.

Hal itu diwujudkan dengan kehadiran tim Badan Intelejen Keamanan
(Baintelkam) Markas Besar (Mabes) Polri bekerja sama dengan Kementerian Agama Provinsi Sulut yang menggelar sosialisasi tentang cara menolak paham radikal, melalui diskusi keagamaan yang di gelar di kantor
Kecamatan Tabukan Utara Sangihe, Sabtu (1/12) 2018.

AKBP Mohammad Renaldi SIK, selaku ketua tim Mabes Polri, yang memimpin langsung acara diskusi keagamaan tersebut, mengajak kepada seluruh stakeholder yang hadir untuk menolak paham radikalisme (ISIS) dan Terorisme.

“Paham redikal seperti ISIS dan terorisme tidak boleh hadir dan ada di bumi Indonesia. Kita tidak boleh terpengaruh tindakan provokatif dari pihak manapun. Toleransi antar umat beragama yang telah tercipta
harus dijaga dan dipertahankan, demi keutuhan NKRI,” ujar Renaldi.

Sementara itu, ketua MUI Kabupaten Sangihe, Mandahari, dalam sambutannya mengatakan, penyebab munculnya paham radikalisme dan
terorisme di masyarakat karena masalah sosial, ekonomi, religi serta
kesalahan dalam memahami wawasan keagamaan itu sendiri, olehnya ia meminta kepada seluruh umat yang ada di negeri Tampungang Lawo, Sangihe, agar tidak mudah terprovokasi oleh sekelompok orang yang
tujuannya ingin memecah belah kerukunan antar umat beragama.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Tabukan Utara, AKP Munir Kulo yang
mewakili Kapolres Sangihe, menyatakan bahwa sejauh ini masalah kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat terjaga. Bahkan tidak pernah ada persoalan yang terjadi oleh karena masalah agama, suku dan Ras.

Sementara itu, Pejabat Kesbang Pol
Sangihe, R Patras, menyampaikan bahwa di Kesbang Pol terdapat bidang yang menangani Bidang Ideologi Wawasan dan Karakter Bangsa, yang tupoksinya adalah memantau aktivitas masyarakat serta karakter anak-anak di rumah maupun di sekolah sambil memberikan pemahaman tentang bagaimana cara menolak paham radikal dan terorisme.

Patras berharap kepada seluruh masyarakat Sangihe agar bersikap proaktif serta antisipatif terhadap sesuatu yang mencurigakan untuk segera melapor kepada
aparat keamanan jika mendapati atau melihat orang yang tidak dikenal yang melakukan aktivitas mencurigakan.

Pemerintah Kecamatan Tabukan Utara, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat Sangihe, menyampaikan apresiasi kepada Tim dari Mabes Polri bersama Kementrian Agama yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam rangka mempererat tali silahturahmi antar umat beragama di Sangihe demi terwujudnya situasi kondusif dan aman di daerah perbatasan.
(allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here