Program ‘ Two Day No Rice’ Tekan Angka Inflasi Sangihe

0
132
Bupati Bersama Gubernur BI Sulut, TPID Provinsi dan Kabupaten Kepulauan Sangihe

INDONESIABLITZ.COM, Tahuna – Tidak ada yang menyangka jika program besutan pemerintahan Jabes Ezar Gaghana-Helmud Hontong (JEG-HH), berjuluk Two Day No Rice atau dua hari tanpa nasi ternyata mampu menekan inflasi di daerah yang mereka pimpin.

Sebagaimana dikemukakan Gaghana pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kepulauan Sangihe di Pendopo Rabu (5/12), bahwa lewat program dua hari tanpa nasi, selain memberdayakan petani, menghadirkan pemerintah di sektor pertanian, suplai beras ke Sangihe mampu dikendalikan, sehingga produk daerah atau hasil pertanian masyarakat mengalami peningkatan.

“Seperti itulah langkah konkret pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menjaga inflasi di daerah, kami mendorong peningkatan produksi holtikultura yang merupakan salah satu sector penyumbang inflasi yang cukup besar,” ujar Gaghana.

Dia menyatakan, pengendalian inflasi merupakan program penting dan strategis sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, agar setiap daerah melaksanakannya, sehingga sinkronisasi pemerintah Provinsi dengan Kabupaten Kota bisa mereview hal-hal strategis dalam menjaga setiap stabilitas inflasi di daerah.

Gaghana mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk bersinergi di berbagai sektor, seperti Dinas Pertanian dengan Badan Ketahanan Pangan sehingga bisa memberikan dampak positif terhadap suplai makanan pokok di daerah, demikian halnya akses transportasi.

“Saya mendapat laporan, bahwa ada oknum tertentu yang menguasai pasa Towo’e dan melakukan pelarangan terhadap para petani lokal untuk memasarkan hasil pertanian mereka di pasar Towo’e. Dinas Perindag harus segera menyelesaikan masalah tersebut, demi kelancaran distribusi hasil bumi petani di pasaran,” imbunhya lagi, sembari berharap pada tahun 2019 mendatang akan ada data yang sangat real terkait inflasi sehingga Kabupaten Sangihe dapat berkontribusi dalam penegendalian inflasi di Provinsi Sulut.

Hadir dalam Rakor tersebut, Direktur Bank Indonesia Sulut, Soekowardojo bersama tim, TPID Provinsi Sulut, TPID Kabupaten Kepulauan Sangihe serta sejumlah pimpinan Perangkat Daerah. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here