Rompas: Copot Kepala Dinas “Tukang Kebiri” Hak Bawahan

0
129
Aktivis anti korupsi Kabupaten Sangihe, Jhony Rompas

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Marak beredarnya kabar adanya pemotongan hak sejumlah staf oleh oknum Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Sangihe, memunculkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat di negeri Tampungang Lawo, Sangihe. Tak terkecuali Jhony Rompas.

Aktivis Penggiat Anti Korupsi ini, menyampaikan kekesalannya atas ulah oknum kepala OPD yang punya kebiasaan buruk, dengan memotong atau mengebiri hak-hak dari bawahannya sendiri. Dia menilai, selain menyusahkan staf atau bawahannya, tindakan pejabat seperti itu sangat merusak citra dan nama baik pemerintah daerah.

“Sebagai bagian dari warga Sangihe, saya mengutuk tindakan oknum kepala OPD yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dengan cara merampas hak-hak dari bawahannya sendiri. Olehnya, saya meminta kepada Bupati untuk menindak tegas, mencopot para pejabat yang bermental korup seperti itu,” ujar Rompas, kepada Indonesiablitz.com, Selasa (15/1).

Namun Rompas, enggan menyebutkan identitas oknum kepala OPD dimaksud. Dia mengatakan, tidak etis jika identitas oknum pejabat tersebut dibeberkan ke public. Meski demikian, masalah tersebut tambah dia, akan disampaikan kepada Bupati sebagai bentuk laporan, sekaligus meminta agar Bupati mencopot oknum pejabat yang justru merusak citra pemerintah daerah.

“Yang saya tahu, Pak Bupati berkali-kali menyampaikan himbauan agar seluruh pimpinan OPD, bekerja secara profesional, tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, apalagi memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak beradab,” tegas Rompas.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana menyatakan, jika terbukti ada oknum pimpinan OPD yang melakukan tindakan seperti itu, maka tindakan tegas pasti akan diberlakukan.

“Sebagai pimpinan daerah, saya tidak akan memberi ruang bagi oknum pejabat yang bermental korup seperti itu. Memotong atau mengambil hak dari stafnya sendiri adalah sebuah perbuatan yang tidak manusiawi,” tegas Gaghana, sembari menyampaikan apresiasi bagi warga masyarakat yang turut melakukan pengawasan terhadap kinerja para pejabat di lingkup Pemkab Sangihe. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here