Awas !!! Peredaran Narkoba Sekitar Sekolah di Sangihe

0
147
Sat Narkoba Polres Sangihe berhasil membekuk pengedar obat terlarang, dengan tersangka EB. Pasar Obat Terlarang tersebut diduga kuat anak-anak sekolah.

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Satuan Narkoba Polres Kepulauan Sangihe, berhasil meringkus seorang pemuda bertato, EB (24), saat sedang melakukan transaksi obat keras jenis Heximer yang memiliki kandungan Trihexyphenidil, di kawasan jalan SMK Negeri II Kelurahan Tona Kecamatan Tahuna Timur, pekan lalu, 22/1/2019. Obat yang diperjualbelikan masuk dalam daftar G.

Hal tersebut dikemukakan Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK, kepada para awak media di Mapolres Sangihe, Senin (28/1).

“Pelaku sudah menjadi Target Operasi (TO) dari Satuan Narkoba, setelah petugas mendapat laporan masyarakat. Setelah dilakukan pengembangan, pelaku yang tinggal di sebuah tempat kost di Kelurahan Tona itu, selain sebagai bandar obat keras tersebut, juga sebagai pemakai,” ujar Napitu.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sangihe, Iptu Fandi Ba’u SIK, menyampaikan kronologi penangkapan terhadap pelaku. Iptu Fandy yang baru saja menjabat Kasat Narkoba Polres Sangihe itu, menyatakan, pelaku ditangkap saat sedang melakukan transaksi. Saat dilakukan penggeledahan di kamar kost, petugas berhasil menemukan 535 butir obat keras dan uang hasil penjualan senilai Rp 515 ribu. Bersama barang bukti, pelaku kemudian digelandang ke Mapolres untuk menjalani proses hukum.

“Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dan saat ini sudah ditahan untuk diproses lanjut,” ujar Fandy Ba’u, seraya menambahkan bahwa , tersangka dijerat pasal 197 UU RI no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman maksimal 15 tahun dengan denda 1,5 miliar serta Pasal 83 UU RI no 36 Tahun 2014 tentang Tenaga kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 5 Tahun.

” Jangan sampai obat keras yang masuk dalam Narkoba ini diedarkan di kalangan generasi muda, terutama anak-anak sekolah, karena merekalah penerus cita-cita bangsa,” tambah Bau.

Saat ini, Polisi sedang melakukan pengembangan penyidikan mengenai pemasok obat keras tersebut sehingga dengan mudah didapat oleh tersangka. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku, per butir obat ia jual seharga Rp 15 ribu, dan sebanyak 60 butir sudah terjual, sedangkan 475 butir ia sembunyikan di atas plafon kamar kostnya. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here