Gaji Belum Dibayar, Ratusan Karyawan PT. Pelangi Sulut Mogok Kerja

0
172
Sejumlah Karyawan PT Pelangi Sulut Saat Melakukan Aksi Mogok Kerja

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Sebanyak 109 karyawan PT Pelangi Sulut di wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe, terhitung semenjak Senin (25/3) menggelar aksi mogok kerja. Mereka mengaku kecewa karena sudah dua bulan terakhir, pihak perusahaan yang menaungi para pekerja di lingkungan PT. PLN (Persero) Wilayah Sangihe belum memenuhi kewajibannya untuk membayar upah ratusan karyawannya.

Tak hanya itu, apa yang menjadi hak lain dari para karyawan, seperti biaya BPJS dan uang pesangon dari karyawan yang sudah berhenti sejak tahun 2014 hingga saat ini, tak kunjung direalisasikan oleh pihak manajemen PT Pelangi Sulut. Alter Tamaka SH selaku koordinator aksi mogok kerja, kepada para awak media menyatakan, bahwa mereka sudah tiga kali menyampaikan permohonan kepada pihak perusahaan yang dipimpin oleh Simsony Sakul itu, namun tidak kunjung direspon.

“Jangankan membayar hak-hak kami sebagaoi karyawan, untuk bertemu dengan Simsony Sakul selaku direktur PT Pelangi Sulut itu sangat sulit, padahal kami adalah karyawannya. Sudah tiga kali kami menyampaikan permohonan agar upah kerja kami segera dibayar, tapi hingga saat ini tak kunjung direspon,” ujar Tamaka.

Padahal tambah Tamaka, menyangkut pembayaran upah kerja ratusan karyawan sudah ada kesepakatan bersama antara pihak PLN dengan PT Pelangi Sulut dalam tiga kali pertemuan dengan dibubuhi tanda tangan diatas materai, bahwa batas pembayaran upah kerja akan dilaksanakan tanggal 15 Maret 2019, namun hingga batas waktu yang ditentukan tak satu pointpun direalisasikan pihak perusahaan.

Karena hal itu pada tanggal 18 Maret mereka memasukan surat mogok kerja, serta meminta pertemuan dengan pimpinan perusahaan namun yang bersangkutan tak kunjung hadir, nanti pada saat pertemuan di gedung DPRD tanggal 20 Maret Simsony Sakul baru hadir, dan lagi-lagi di hadapan para wakil rakyat, ia merjanji akan segera menyelesaikan seluruh apa yang menjadi hak para karyawan, selambat-lambatnya tanggal 24 Maret, namun faktanya ia (Sakul, Red) justru ingkar janji.

Merekapun berharap, pihak manajemen PT PLN (Persero) Sangihe, segera membekukan PT Pelangi Sulut dan digantikan dengan perusahaan lainya yang lebih kredibel, karena masalah upah kerja yang belum dibayar itu, juga dialami para karyawan PT Pelangi Sulut yang ada di Kabupaten Talaud dan Sitaro. Sementara itu, pihak manajemen PT PLN (Persero) Sangihe, Akbar Akili kepada wartawan, menyatakan jika pihaknya sudah berkali-kali meminta kepada pimpinan PT Pelangi Sulut untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi hak para pekerjanya, namun hingga saat ini tak kunjung direalisasikan.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan kepada PT Pelangi Sulut untuk segera membayar hak pekerja, karena hal itu telah menjadi komitmen bersama sejak tanggal 15 Maret lalu,” terang Akili. Disinggung soal desakan ratusan karyawan agar PT PLN (Persero) Sangihe mengambil tindakan tegas dengan memutuskan kerja sama dengan PT Pelangi Sulut, ia mengatakan bahwa hal tersebut akan disampaikan kepada pimpinannya. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here