Tony Yunus: Tidak Ada Anggaran Pribadi Untuk Penerangan dan Pembangunan

0
261

Indonesiablitz.com, Bitung – Anggota DPRD Kota Bitung, Tonny Yunus menegaskan bahwa pencitraan meruupakan pembodohan dan pembohongan publik. Hal ini disampaikan dalam reses, masa sidang kedua, tahun kelima Anggota DPRD Dapil III, di Kelurahan Bitung Timur, pada Kamis 28/3/2019.

” Bohong kalau penerangan jalan, pengaspalan jalan, dan pembuatan toilet itu menggunakan dana pribadi. Karena saya ketepatan duduk sebagai Badan Anggaran, sehingga pembangunan yang ada kami yang menggodok di Banggar,” tegas Yunus.

Menurut Tony Yunud, Jangankan usulan masyarakat, sedangkan eksekutif dalam hal ini Walikota, menyodorkan usulan anggaran. Berbeda dengan permintaan pribadi kepada saya, tentu dengan segala keterbatasan, saya akan bantu.

” Sebagai contoh ada masyarakat sakit dari keluarga miskin, yang pertama saya lakukan tentu akan menanyakan ketersediaan BPJS Kartu Indonesia Sehat ke pemerintah. Namun jika tidak ada pasti saya bantu,” terang Tony Yunus.

Sebagai penutup Tony Yunus mengingatkan masyarakat untuk tidak terpecah-belah akibat hajatan Pemilu.

” Dalam Pemilu, pilihlah caleg yang mampu membawa aspirasi masyarakat, bukan yang membodohi masyarakat,” kata Yunus.

Sejumlah Warga masyarakat Kelurahan Bitung Timur berdialog dengan anggota DPRD Kota Bitung, mengeluhkan berbagai masalah di kawasan padat penduduk. Seperti masalah pasokan air bersih, penerangan, serta bantuan rumah layak huni. Menanggapi pertanyaan warga, sejumlah instansi Pemkot Bitung langsung menjawab pertanyaan tersebut.

” Khusus untuk penerangan jalan Pemerintah Kota Bitung sudah menganggarkan 27 titik, di tahun 2019, sehingga masyarakat agar bersabar jika belum mendapat penerangan jalan, karena keterbatasan anggaran,” kata Kepala Bidang Penataan Kota, Dinas Perkim, Deny Moningka.

Sementara itu, Lurah Bitung Timur, Fatmawati Soleman mengatakan, bahwa wilayah tersebut merupakan kantong keluarga miskin dan kawasan kumuh.

” Amat wajar jika masih banyak warga yang belum mendapat jangkauan Rastra atau Kartu Indonesia Sehat. Kalau Rastra hanya 380 KK, sedangkan untuk Kartu Indonesia Sehat akan ada 25.000 untuk kota Bitung, sehingga masyarakat yang merasa tidak mampu, agar memasukkan persyaratan di Pala, RT, dan Kantor Kelurahan,” kata Fatmawaty.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here