Klaim Lahan Miliknya, Sejumlah Caleg Ancam Usir Warga

0
332
Anggota DPRD Kota Bitung Ramlan Ifran berinisiatif mendatangi BPN Bitung, menemui seorang Kasi, Hendrik Tuhumury,untuk memastikan kepemilikan lahan di kampung Sari Kelapa.

Indonesiablitz.com, Bitung – Dua pekan menjelang Pemilu, sejumlah Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Bitung mulai turun ke kantong-kantong permukiman warga yang padat penduduk. Mereka memaksa warga yang tinggal di lokasi tersebut, untuk memilih Caleg tertentu, dengan alasan lahan yang warga tempati milik mereka.

Dari informasi yang dihimpun Indonesiablitz.com, pemaksaan memilih terjadi di kawasan kampung Candi, Kelurahan Bitung Tengah, serta Kampung Sari Kelapa, Kelurahan Bitung Timur. Warga diancam akan diusir dari lahan yang diklaim milik keluarga Caleg tersebut. Mendengar laporan warga, anggota DPRD Kota Bitung, Ramlan Ifran, langsung mendatangi warga Kampung Sari Kelapa.

” Saya mendapat keluhan warga Sari Kelapa, mereka dipaksa oleh orang yang mengklaim sebagai lahan FS, untuk memilih Caleg beinisial PS, pada 17 April mendatang. Jika tidak, pada tanggal 18 April akan diusir dari lokasi tersebut,” kata Ramlan Ifran.

Mendengar laporan tersebut Anggota DPRD dari Partai Nasdem itu langsung mendatangi lokasi, untuk menenangkan warga. Untuk tetap tenang, karena proses eksekusi tidak semudah itu.

” Pemilu merupakan pesta demokrasi, yang merupakan pesta rakyat, sehingga tak perlu paksa-paksa dan tekan rakyat, karena itu menunjukkan Caleg tak berkualitas,” tegas Ifran.

Untuk memastikan kepemilikan lahan, Ramlan Ifran yang lebih dikenal dengan Haji Olan itu langsung ke Badan Pertanahan Nasional, Kota Bitung. Hal ini untuk meyakinkan masyarakat di Sari Kelapa, agar tidak perlu khawatir untuk bebas menentukan pilihan.

” Saya di BPN menemui salah satu Kepala Seksi yakni Pak Hendrik Tuhumury, beliau sampaikan bahwa lahan tersebut dulunya HGU PT. Sari Kelapa, dan masa kontrak sudah habis pada tahun 2000-an, sehingga dari BPN meminta masyarakat untuk tidak khawatir lagi untuk digusur,” terang Haji Olan.

Menurut Ramlan Ifran, dirinya sebagai anggota DPRD terpanggil untuk membantu masyarakat yang mengeluh atas paksaan Caleg, dalam Pemilu nanti.

” Saya datang bukan sebagai Caleg, tapi sebagai anggota DPRD yang menyalurkan aspirasi masyarakat. Bahkan stiker saya tidak ada di lokasi tersebut, dan saya membebaskan warga untuk memilih Caleg terbaik,” pungkas Ramlan Ifran.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here