Astaga!!! Oknum Kalapas Bebaskan Tahanan

0
149
Gedung Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 B, Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Ulah oknum Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 2 B Tahuna, Alfonsus Wisnu Ardianto yang diduga membebaskan Menyer Lumombo (30), terdakwa kasus tindak pidana perlindungan anak, dinilai sebagai tindakan ceroboh dan mencederai proses penegakan hukum di negeri Tampungang Lawo, Sangihe. Terdakwa yang berdomisili di Kampung Tola Kecamatan Tabukan Utara itu, semenjak dibebaskan dari Lapas Tahuna, pada hari Jumat 29 Maret 2019 lalu, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Tindakan ceroboh oknum Kalapas Tahuna itupun, menuai reaksi keras dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sangihe, Muhamad Irwan Datuinding, atas keputusan sepihak Kalapas dengan membebaskan terdakwa yang dituntut hukuman 8 tahun enam bulan penjara itu.

Kajari melalui Kasie Pidum, Arif Yuli Harianto menyatakan bahwa, mestinya terdakwa akan disidang pada Kamis (4/4) di Pengadilan Negeri Kepulauan Sangihe, namun tidak hadir karena telah dilepas oleh Kalapas dengan alasan pihaknya tidak menerima Surat Perpanjangan Penahanan, dari pengadilan sehingga terdakwa dibebaskan demi hukum. Padahal Pihak Pengadilan Kepulauan Sangihe telah melakangkan Surat Perpanjangan Penahanan ke Lapas Tahuna, pada tanggal 21 Maret 2019, dengan bukti tanda terima surat dari petugas Lapas.

“Harusnya pihak Kalapas Tahuna melakukan koordinasi dengan kami, atau paling tidak dengan pihak Pengadilan selaku lembaga yang menahan terdakwa, Yang menjadi pertanyaan, dikemanakan surat Perpanjangan Penahanan yang dilayangkan pengadilan itu. Hal ini jelas sangat mempengaruhi proses hukum terhadap terdakwa, apalagi sebelum dibebaskan, ia (terdakwa,Red) telah mendengar tuntutan terhadap dirinya dalam perkara dimaksud,” ujar Harianto, kepada para awak media Kamis (4/4).

Harianto menambahkan, jika terdakwa tidak ditemukan atau telah melarikan diri maka proses hukumnya akan berakibat fatal bagi Kejaksaan, karena pihak pengadilan akan mengembalikan berkas perkara atau NO. pihaknya juga menyayangkan, karena kasus seperti itu sudah dua kali terjadi di Lapas Klas 2 B Tahuna.

Kapalas Klas 2 B Tahuna, Wisnu Ardianto saat dikonfirmasi via ponselnya, mengakui jika pihaknya lalai dalam hal registrasi surat. Dia bahkan menyatakan jika sebelumnya telah melakukan koordinasi, namun hingga batas waktu penahanan terdakwa, pihaknya belum menerima Surat Perpanjangan Penahanan dari Pengadilan, sehingga ia memutuskan untuk membebaskan terdakwa. Untuk mempertangungjawabkan kelalainnya, Kalapas menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polsek Tabukan Utara untuk mencari dan menangkap terdakwa.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pak Kajari atas kelalaian registrasi surat di Lapas. Tapi, hingga pembebasan terdakwa, saya tidak pernah menerima surat Perpanjangan Penahanan yang dikirim oleh engadilan tanggal 21 Maret 2019 itu. Saat ini, saya telah perintahkan kepada petugas untuk menjemput terdakwa sesuai dengan alamat domisili yang tertera dalam berkas perkara,” ujar Ardianto, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here