Warga Kampung Hiung Protes Tarif PDAM

0
186
Direktur PDAM Tahuna, Novilius Tampi

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Sejumlah warga Kampung Hiung mempertanyakan prosedur pembayaran air di PDAM, karena terhitung semenjak bulan Februari hingga April 2019, mereka mengaku kebingungan dalam pembayaran tarif air.

“Bagaimana mungkin kami harus membayar air 10 meter Kubik, seharga Rp 3800 per kubik ditambah biaya administrasi Rp 7500, sehingga menjadi Rp 11.300/m kubik. Padahal dalam hitungan meter air pemakaian tidak mencapai 10,” ujar sejumlah warga kepada media ini, Rabu (10/4).

Mencuatnya polemik soal tarif pembayaran air di PDAM Tahuna yang dipertanyakan oleh warga Kampung Hiung Kecamatan Manganitu, lantaran tidak paham dalam hitungan pembayaran tarif air per-kubik, langsung dijawab Direktur PDAM Tahuna, Novilius Tampi. Kepada para awak media Rabu (10/4), Tampi menjelaskan bahwa pembayaran tarif air di PDAM, harusnya sudah mengikuti Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2017.

“Harusnya pembayaran air di PDAM sudah mengikuti Permendagri nomor 71 tahun 2017. Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah daerah soal perubahan tarif air, karena tarif pembayaran saat ini masih mengikuti aturan Perda nomor 169 tertanggal 31 Oktober 2007, para pelanggan rata-rata membayar pemakaian 10 kubik air per bulannya,” ujar Tampi.

Dia bahkan menyampaikan bahwa di Sulawesi Utara, hanya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang masih menggunakan aturan Perda dalam pembayaran tarif air, sedangkan di daerah lainya telah menggunakan Permendagri dalam membayar air.
Olehnya, pihaknya sangat berharap agar usulan tentang perubahan tarif air segera disetujui oleh pemerintah daerah, karena selain sudah lama, Perda tahun 2007 itu sudah mubazir. (allen/onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here