Jadi Kandidat Ketua Dewan, Kakondo Digoyang

0
20

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Seperti kata pepatah, ‘ semakin tinggi pohon, semakin kencang tiupan angin. Demikian juga dengan Josephus Kakondo yang merupakan salah satu kader Partai Golkar yang berhasil meraih suara signifikan pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

Dia dipastikan akan menjadi penghuni gedung kerucut, sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Periode 2019-2024. Calon Legislatif (Caleg) Partai Golkar yang bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) I, Tahuna, Kendahe itu akan dikukuhkan bersama dengan empat rekan lainya dari Dapil II dan III sebagai Legislator Sangihe pada pertengahaan Agustus mendatang.

Eks Pelaksana Tugas (PLt) Sekertaris Daerah (Sekda) Sangihe itu, bahkan menjadi salah satu nominator Ketua DPRD mendapat dukungan mayoritas dari masyarakat negeri Tampungang Lawo, Sangihe.

Namun seiring perjalanan waktu, keberadaan Kakondo yang menyandang status sebagai nominator ketua Dewan mulai “digoyang” oleh beberapa kader Beringin sendiri, yang tidak menghendakinya untuk menjadi Ketua DPRD.

Bahkan berbagai ganjalan tersebut, telah diketahui oleh mantan birokrat handal itu. Lalu apa reaksinya? Saat ditemui Indonesiablitz.com, di kediamannya Kamis (16/5), Kakondo mengatakan bahwa hal seperti itu akan menjadi lumrah dalam dunia politik.

“Saya tidak akan pernah menanggapi gerakan itu. Saya tetap positif thinking dalam menyikapinya. Tetapi saya harus menyampaikan kepada teman-teman agar bersikap rasional, jangan emosional, dan mestinya harus menjadi bahan perenungan bagi pribadi masing-masing. Toh yang menentukan jabatan ketua dewan itu bukan pribadi saya. Kan ada mekanisme dan aturan partai yang tentunya diputuskan oleh pimpinan partai itu sendiri,” ujar Bung Op, sapaan akrabnya.

Dia justru mengaku prihatin melihat perubahan perilaku mereka pasca Pemilu. Pasalnya, sebelum Pemilu digelar, hampir setiap hari materi status mereka di media sosial (facebook) adalah firman Tuhan, tapi setelah gagal terpilih, justeru kemarahan bahkan tudingan penghianant yang mereka sebarkan lewat media sosial. (onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here