Gaghana Optimis Program ODSK Mampu Turunkan Angka Kemiskinan di Sangihe

0
30

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana optimis bahwa program pengentasan kemiskinan Pemerintah Provinsi Sulut yang berlebel ODSK akan mampu menurunkan angka kemiskinan di Sangihe.

” Lewat sinergitas yang dibangun pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan pemerintah provinsi dalam menekan angka kemiskinan di Sulut, melalui program ODSK, angka kemiskinan di Sangihe dipastikan turun signifikan” ujar Gaghana, ketika menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial (PPKPS) yang dipimpin langsung Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulut, dr Kartika Dewi Tanos MARS di Aula Rumah Jabatan Bupati, Senin Pekan lalu.

Gaghana menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Provinsi yang menggelar Rakor ini di Sangihe. “Ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Sangihe sebagai daerah perbatasan. Betapa komitmen pemerintah pusat dengan program nawacita, pemerintah propinsi sulut dengan program ODSK, dan pemerintah daerah Kabupaten Sangihe dengan program sapta karya, dimana semua punya target untuk pengentasan kemiskinan menjadi sebuah tugas yang harus kita kerjakan dan laksanakan guna peningkatan kesejahtraan masyarakat di negara ini, secara khusus di wilayah kepulauan termasuk di dalamnya kabupaten sangihe,” ujar Gaghana.

Dikatakannya, saat ini Kabupaten Sangihe baru mampu menurunkan angka pengangguran dari 5,7 persen menjadi 3,15 persen, namun belum bisa menekan angka kemiskinan karena ada satu variabel yang masih dalam proses kerja keras yaitu pendapatan. Dimana masalah pendapatan ini sangat dipengaruhi oleh terpuruknya harga jual kopra yang merupakan komoditi andalan warga hingga berpengaruh pada pendapatan masyrakat, menjadi satu problema dalam menekan angka kemiskinan.

Namun demikian, Gaghana menegaskan bahwa pihaknya selaku pimpinan daerah akan terus bekerja keras mencari jalan keluar dan menghadirkan program-program guna mendongkrak pendapatan masyarakat khususnya di bidang pertanian yang pendapatannya sangat kecil.

“Tapi saya percaya dengan agenda di 2019 adanya dana APBD, DAK, yang maksimal serta dana pinjaman yang akan cair, saya optimis angka kemiskinan akan mengalami penurunan yang signifikan,” tegasnya.

Apalagi tambahnya, Saat ini pemerintah pusat begitu objektif terhadap penilaian dana bagi hasil yang berorientasi pada kinerja pemerintah daerah.

“Hal ini akan menjadi komitmen kami untuk betul-betul menjaga kinerja seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengawal, dalam mencapai progres yang mampu dinilai oleh pemerintah pusat baik itu dana DAK, DAU dan dana DID agar bisa menjadi sumber pendapatan yang berbasis pada pemda sangihe, sehingga dapat di aplikasikan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Gaghana. (onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here