Astaga!! Bensin Asal Sangihe Diseludupkan Sitaro

0
76
Pembelian Premium/ bensin dengan galon di sejumlah SPBU di Sangihe, diduga kuat banyak diselundupkan ke Kabupaten Kep. Sitaro

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Dugaan adanya aksi penyeludupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium atau Bensin dari Sangihe ke Sitaro semakin menguatkan kecurigaan warga terhadap masalah antrian kendaraan di dua SPBU yang hingga saat ini tak kunjung terselesaikan.

Puluhan bahkan ratusan gelon yang setiap hari menghiasi sekitar areal di SPBU Tonggeng Hoade dan Towo’e, menjadi indikasi adanya oknum tertentu yang menjadi mafia BBM jenis Premium, untuk mencari keuntungan pribadi.

Harga jual bensin di Sitaro yang mencapai Rp 15 ribu per liter menjadi alasan para mafia dengan cara menyalahgunakan Rekomendasi pembelian BBM yang dikeluarkan Dinas Kelautan Perikanan menggunakan gelon di SPBU.

Padahal, rekomendasi pembelian BBM tersebut diperuntukkan bagi masyarakat nelayan untuk melaut. Lewat rekomendasi tersebut, para mafia leluasa memperoleh BBM bersubsidi itu di dua SPBU untuk diseludupkan dan djual dengan harga yang cukup tinggi di Kabupaten Sitaro.

Fenomena ini kemudian dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyelundupkan BBM ke sana. Modus yang digunakan para mafia ini menyalahgunakan rekomendasi dari bagian ekonomi dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), atau memodifikasi tangki minyak kendaraan menjadi lebih besar agar bisa mengisi BBM lebih banyak.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Sangihe, Johanis Pilat, ketika dikonfirmasi terkait maraknya aksi penyeludupan BBM jenis Premium ke Sitaro tak menampiknya.

“Informasi bahwa ada aksi penyeludupan dan penjualan BBM jenis Premium asal Tahuna ke Sitaro memang seperti itu. Namun untuk membuktikannya, kami belum bisa. Tetapi adanya Bensin asal Sangihe yang dijual di sejumlah wilayah di Sitaro memang benar adanya,” ujar Pilat.

Sebab tambah Pilat, dari hasil Koordinasi pihaknya dengan Kabag Ekonomi Kabupaten Sitaro, bahwa penjualan Bensin asal Sangihe di sejumlah wilayah di Sitaro memang benar dan ada, karena mereka secara terang-terangan menjawab bahwa Bensin yang sibeli dan beredar di wilayah mereka berasal dari Sangihe.

Sementara itu langkah yang dilakukan pihaknya, tambah Pilat adalah melakukan rapat bersama serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami bersama telah melakukan rapat bersama dengan pemerintah Provinsi, untuk menuntaskan masalah ini. Juga bersama dengan Kabag Ekonomi Sitaro telah melakukan monitoring dan berhasil mengidentifikasi dua titik penurunan BBM hasil seludupan itu, dimana kedua titik tersebut akan terus dipantau,” kata Pilat. (onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here