Sarat Masalah, Polres Sangihe Selidiki Proyek Pengadaan Internet Desa

0
111
Peralatan Internet masuk Desa, di Kampung Mala, Kecamatan Manganitu, Sangihe

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Proyek pengadaan internet desa yang prosesnya ditengarai sarat masalah hingga memunculkan reaksi keras berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Aparat Polres Sangihe kini melakukan penyelidikan proyek pengadaan tersebut.

Kapolres Sangihe AKBP Sudung F Napitu melalui Kasat Reskrim Iptu Angga Maulana, membenarkan jika proyek pengadaan internet masuk desa di Sangihe sudah dalam proses penyelidikan.

“Kami sudah meminta keterangan sejumlah Kapitalaung yang membeli perangkat internet menggunakan dana desa itu. Prosesnya baru dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan Baket dan bukti lainya terkait proyek internet masuk desa tersebut,” ungkap Maulana kepada para awak media Selasa (12/11).

Diketahui, dari 145 Kampung yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat sekitar 100 Kampung yang telah memasang jaringan internet seharga 60 juta itu, dimana anggaranya diambil dari dana desa.

Sayangnya jaringan internet dengan harga selangit itu, sudah tak bisa lagi digunakan, bahkan para Kapitalaung mengaku kesulitan menghubungi teknisinya termasuk oknum pengusaha yang keberadaanya saat sudah menghilang entah kemana. Pun nomor ponsel milik pengusaha yang diberikan kepada para Kapitalaung tak bisa lagi dihubungi.

Sebagaimana dikemukakan Kapitalaung Kampung Mala Kecamatan Manganitu, Ferdinand Sehang kepada media ini bahwa proyek internet yang terpasang di kantornya, sudah tidak bisa digunakan karena jaringanya sangat lalod (lambat loading).

“Untuk pekerjaan yang membutuhkan jaringan internet, kami terpaksa harus pergi ke Tahuna, karena jaringan internet yang terpasang itu sudah tak bisa digunakan, aksesnya sangat lalot. Kami sudah berupaya menghubungi teknisinya di Jakarta, tapi nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi,” ujar Sayang.

Selain sarat masalah, dugaan mark up dalam pengadaan proyek internet desa itu sangat tidak wajar, sebab sesuai data yang ada, spesifikasi harga dari seluruh item peralatan termasuk satu unit tv 24 inc, hanya sekitar Rp 27 juta. Tapi nilai yang dibayarkan setiap kampung yang memasangnya senilai Rp 60 juta.

Nah, siapakah yang bermain dibalik proyek dibalik proyek yang dinilai abal-abal itu, akan menjadi tugas dari aparat kepolisian untuk mengungkapnya, termasuk dugaan adanya oknum pejabat di lingkungan Pemkab yang telah menjadi buah bibir warga di Sangihe. (onal)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here