Kecamatan Tamako Bakal Jadi Lumbung Hortikultura

0
546
Bupati Sangihe, Jabes Gaghana Bersama Ketua TP PKK Sangihe, Ny Ririswati Gaghana Katamsi, berharap Tamako menjadi sentra holtikultura Sangihe.

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Masyarakat petani di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus bergerak melakukan penanaman tanaman hortikultura. Jika sebelumnya kelompok Tani di Kelurahan Angges Kecamatan Tahuna Barat, sukses melakukan panen cabe, kini para petani di wilayah Tamako tak kalah giatnya bercocok tanam dengan berbagai jenis tanaman.

Bahkan menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana menyatakan keyakinannya jika Kecamatan Tamako Bakal menjadi penyuplai utama kebutuhan hortikultura untuk seluruh wilayah Sangihe.


“Ke depan, kecamatan Tamako akan menjadi penyuplai utama untuk kebutuhan hortikultura di seluruh wilayah Sangihe. Saya memberi apresiasi bagi masyarakat tani di Kampung, Balane, Binala, Lelipang dan Ulung Peluang yang begitu giatnya bercocok tanam tanaman holtikultura,” ujar Gaghana, usai meninjau area pertanian di wilayah Tamako, Sabtu pekan lalu.

Gaghana yang turut didampingi Ketua TP PKK Sangihe, Ny Ririswati Gaghana Katamsi itu, tak henti-hentinya memberi apresiasi bagi para petani begitu giat bercocok tanam berbagai jenis tanaman yang dipastikan akan mendongkrak perekonomian masyarakat tani di wilayah tersebut.

Dia menambahkan, empat kampung yang telah menjadi area pertanian untuk ditanami tanaman holtikultura dan sayur-sayuran, maka dipastikan kebutuhan hortikultura di seluruh wilayah Sangihe bisa terpenuhi, dan dengan demikian, tambah Gaghana, masyarakat tidak lagi tergantung penyuplai dari luar daerah.

Menurut Gaghana, untuk pengembangan sektor pertanian dalam pemenuhan hasil ketahanan pangan bagi seluruh masyarakat di daerah ini, Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sangihe telah besinergi.

“Kadis Pertanian menyiapkan lahan dan sumber daya manusia (SDM) nya, sementara Kadis Ketahanan Pangan memanfaatkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan baik disektor pertanian untuk menghasilkan ketahanan pangan bagi masyatakat kita,” ungkapnya

Gaghana mengaku, ketahanan pangan di Kabupaten Sangihe selama pandemi sangat stabil. Bahkan tambah Gaghana, Sangihe merupakan salah satu daerah, telah melakukan berbagai tindakan antisipatif melalui program two day no rice, dengan memanfaatkan produk lokal sehingga pangan lokal menjadi kekuatan daerah pada saat situasi sulit akibat Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kadia Pertanian Daerah Golfried Pella yang turut mendampingi Bupati, mengakui, di tengah-tengah situasi saat ini ada dampak juga bagi para petani, dimana harga sarana produksi (saprodik) pertanian di luar subsidi itu naik signifikan. Sehingga selaku instansi teknis berkewajiban memfasilitasi penyediaan saprodik dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar bagi para petani yang membudidayakan tanaman hortikultura dan pangan lokal termasuk ubi jalar, ubi kayu, talas, rica tomat dan bawang merah yang saat ini sementara dalam penyaluran bibit.

“Untuk jenis tanaman ubi jalar yang kami fasilitasi adalah yang bersifat umur pendek atau umur panennya 3 bulan. Dan itu sudah ditanam di Kampung Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara,” ujar Pella, seraya menambahkan bahwa, untuk stok pupuk subsidi dan non subsidi masih tetap tersedia di pengecer, sedangkan dari Dinas Pertanian memfasilitasi pupuk organik yakni pupuk kandang dan pupuk cair organik. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =