Diduga Manfaatkan Berkas Nasabah, Perusahaan Finance Tahuna Dipolisikan

0
329
Suryanto Lontoh, laporkan perusahaan finance ke polisi

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Ini warning bagi warga Sangihe yang akan membeli sepeda motor dengan cara bayar angsuran melalui perusahaan finance, PT. M F untuk berhati-hati agar tidak dirugikan
Sebagaimana dialami Suryanto Losoh, salah satu nasabah di PT MF Cabang Tahuna. Ia mengaku sangat dirugikan oleh pihak PT Mandala Finance karena diduga menggelapkan berkas atas namanya untuk dijadikan jaminan kredit di Bank BRI.


“Saya tidak pernah mengajukan kredit di Bank BRI, tapi kenapa bisa muncul List BI Cheking atas nama saya, dengan nilai kreditnya Rp 10 juta di Bank BRI Cabang Kuningan Jakarta. Olehnya saya melaporkan pihak Mandala Finance termasuk BRI kepada aparat kepolisian agar kasus ini bisa terungkap,” ujar Losoh kepada wartawan, Senin (8/6).

Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Angga Maulana melalui Kanit II Bripka Fernando Doali membenarkan adanya laporan atas nama Suryanto Losoh, terkait dugaan penggelapan berkas miliknya di PT Mandala Finance yang dijadikan jaminan kredit di Bank BRI cabang Kuningan Jakarta.
“Laporannya akan segera kami tindaklanjuti dengan memanggil ibu Meyta Hengkang Selaku kepala cabang PT Mandala Finance Tahuna untuk dimintai keterangannya terkait laporan tersebut,” ungkap Doali.

Dia menambahkan, selain PT Mandala Finance, pihaknya juga akan memanggil pihak BRI Tahuna, atas nama , Ibu Lidia Damar, selaku Suvervisor Kredit karena beliau yang menyampaikan kepada pelapor, adanya perjanjian kontrak antara Mandala dengan BRI cabang Kuningan Jakarta atas nama Suryanto Losoh.

“Intinya kami akan bekerja secara profesional, untuk mengungkap siapa pelakunya, apakah perjanjian kredit ini hanya antara Mandala dengan pihak BRI, atau harus ada persetujuan dari pemilik kendaraan. Jadi kami akan telusuri dalam perjanjian kontrak, apa bisa pihak mandala menggunakan BPKB kendaraan sebagai jaminan untuk mendapat memperoleh kredit dari BRI,” jelas Doali.

Pihaknya juga akan menelusuri bagaimana proses pencairan kredit tersebut hingga bisa muncul list BI cheking senilai Rp 10 juta dari pihak BRI, tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemilik kendaraan, sedangkan data pribadi atas nama Suryanto Losoh hanya ada di PT Mandala Finance.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Tona Kecamatan Tahuna Timur, kepada media ini membeberkan jika ayahnya yang pernah menjadi nasabah di PT MF Tahuna, juga mengalami kasus serupa dengan apa yang dialami Suryanto Losoh, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaiannya. Dia berharap, dengan dilaporkannya kasus ini ke aparat kepolisian, para mafia yang di perusahaan tersebut bisa terungkap dan diberi sanksi hukum. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + six =