Survive di Tengah Pandemi Covid-19 Sektor Perikanan dan Pertanian Kian Melejit

0
506
Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana Saat Melihat Langsung Proses Packing Ikan Yang Akan Diekspor, di Sentra Perikanan Dagho

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Geliat pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dibawah kepemimpinan, Jabes Ezar Gaghana, kian gencar merealisasikan janjinya yang akan membangun “Negeri” Tampungang Lawo, Sangihe ke arah yang lebih baik, maju dan produktif.

Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Yang Baru Masuk di Ruang Prosesing PT Jasindo, Sentra Perikanan Dagho

Jargon Sangihe Bekerja, yang kerap dikemukakan Gaghana dalam berbagai agenda kerja pemerintahan, sepertinya menjadi sebuah ajakan tegas bagi seluruh jajarannya untuk lebih giat, kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan program pemerintah.


Dan tanpa berlebihan, bahwa apa yang telah dikerjakan oleh Bupati Gaghana bersama seluruh jajarannya, mulai membuahkan hasil. Meski hasilnya belum maksimal, namun setidaknya program pemerintahan dibawah kepemimpinan Jabes Ezar Gaghana terbukti punya visi kemajuan bagi daerah.
Kekayaan laut Sangihe yang sangat melimpah mulai terkelolah dengan baik, dimana melalui investor dibawah bendera PT Jasindo Sentosa Mandiri, telah membeli berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan Sangihe yang kemudian diproses di sentra Perikanan Dagho, Kecamatan Tamako, selanjutnya diekspor ke manca negara, melalui Surabaya.

Tercatat, selang Januari hingga Mei 2020, pihak perusahaan perikanan telah melakukan ekspor ikan segar di 4 negara, yaitu, Taiwan, Thailand, Korea dan Singapura, sebanyak 230 ton, yang diangkut Kapal Tol Laut dari Pelabuhan Nusantara Tahuna ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Menariknya, aktivitas ekspor ikan ini berlangsung di tengah Pendemi Covid-19, dan bersamaan dengan maraknya kegiatan pertanian yang terus dilakukan oleh masyarakat tani, yang kini telah menikmati hasilnya.

Ikan Segar Yang Telah Siap Dimuat Dalam Kontainer Menuju Surabaya, untuk Kemudian Dieksport ke negara-negara tujuan

Bupati Gaghana bahkan terus memberi motivasi kepada para nelayan dan petani dengan mendatangi sentra perikanan dan pertanian di sejumlah wilayah, berdialog langsung sambil mendengar aspirasi para pelaku usaha perikanan serta para kelompok tani.

“Jika dalam mengemban tugas, kita lakukan dengan tulus, hasilnya pasti akan baik. Saya bekerja untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Toh jika kemudian ada pihak mengatakan bahwa apa yang saya kerjakan hanya untuk mencari sensasi atau pencitraan, itu kan hak mereka. Tetapi, saya sangat bahagia ketika melihat banyak warga yang tersenyum bahagia, ketika mereka bisa menikmati hasil kerja keras yang dilakukan pemerintah,” ujar Gaghana.

Saat dimintai tanggapannya, bahwa aktivitas ekspor ikan Sangihe ke manca negara baru terjadi di era kepemimpinanya, Gaghana hanya tersenyum sambil menyatakan bahwa hal itu bisa terlaksana, bukan karena Bupatinya hebat, tetapi semangat serta kerja keras pemerintah dan jajarannya serta sinergitas antar lembaga pemerintahan yang begitu apik, sehingga seluruh agenda program pemerintah dalam visi memajukan daerah bisa terlaksana, meski belum sempurna.

Bupati Sangihe, Jabes Gaghana Saat Menyambangi Usaha Perikanan Warga Kampung Kauhis Yang Siap Ekspor Ikan Tuna ke Jepang

Namun begitu, atensi pemerintah daerah kepada pihak Jasindo begitu besar diberikan. Bupati bahkan meminta dukungan semua pihak, untuk terus mensuport intensitas pihak Jasindo yang membeli dan menampung ikan hasil tangkapan masyarakat nelayan.

Artinya, tambah Gaghana, kehadiran Jasindo di Sangihe telah menjawab keluhan nelayan yang telah sekian tahun mengalami kesulitan memasarkan atau menjual ikan tangkapan mereka jika hasil yang didapat melimpah. Para nelayan punya peluang untuk menjual hasil tangkapan mereka dalam jumlah besar, sehingga kesejahteraan serta perekonomian warga nelayan menjadi lebih baik dan meningkat.

Bupati Gaghana juga berharap adanya perhatian pemerintah pusat agar kapasitas sentra Perikanan Dagho bisa dikembangkan, sehingga ikan hasil tangkapan nelayan yang setiap harinya mencapai puluhan ton bisa tertampung, termasuk hasil panen rumput laut yang sudah mulai berkembang bisa ditampung di sentra Perikanan Dagho jika kapasitasnya sudah dikembangkan.

Ikan Tuna Segar Yang Siap Diekspor ke Jepang Oleh Pengusaha Perikanan di Kampung Kauhis

“Kita butuh dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat agar sentra perikanan Dagho dapat berkembang. Karena sudah ada perusahaan yang membeli dan menampung hasil tangkapan nelayan, apalagi sarana Tol Laut yang memuat ikan ke Surabaya sangat lancar,” kata Gaghana, seraya menambahkan bahwa, selain selain PT Jasindo melakukan ekspor ikan ke manca negara, juga terdapat usaha perikanan masyarakatdi Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu yang khusus mengelola ikan Tuna dan telah melakukan ekspor ke Jepang.

Sementara itu, Manager PT Jasindo, Andi Wahyu Haris, kepada wartawan mengungkapkan bahwa semenjak Januari hingga Mei 2020, pihaknya telah melakukan ekspor 230 ton ikan jenis malalugis, deho, baby tuna dan cakalang, ke manca negara, bahkan dalam waktu dekat akan ada pengiriman susulan sebanyak 100 ton.

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Gaghana, Menjaga Jarak (Physical Distancing), Saat Bersama dengan Pihak Manajemen PT Jasindo Beserta Seluruh Karyawan, di Depan Gedung Sentra Perikanan Dagho

Haris juga menjelaskan bahwa kapasitas sentra perikanan Dagho yang mereka sudah tidak mampu menampung hasil tangkapan nelayan, karena dalam sehari hasil tangkapan nelayan mencapai 20 hingga 26 ton, sedangkan pihaknya baru bisa menampung 6 hingga 7 ton per hari. Untuk itu pihaknya akan membangun pabrik es dan Air Blass Frezer (ABF) agar dapat menampung hasil tangkap nelayan hingga 15 ton setiap harinya.

“Kami akan membangun beberapa insfratruktur penunjang lainnya agar hasil tangkap nelayan bisa dibeli dan diekspor sesuai permintaan konsumen di dalam dan luar negeri,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa padabulab Agustus mendatang bangunan tersebut akan segera terealisasi dan tahun 2021 nanti akan ada bangunan tambahan untuk menampung hasil tangkap nelayan di Sangihe. (ronal katiandagho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 5 =