Gaghana Tak Pernah Tutup PETI Bowone

0
642
Bupati Sangihe, Jabes Gaghana saat menerima penambang emas Bowone, menepis fitnah oknum tak bertanggungjawab

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana langsung bereaksi keras usai mendengar orasi para pengunjuk rasa yang menamakan diri Solidaritas Masyarakat Penambang Sangihe, yang berlangsung di Lapangan Santiago, halaman Rumah Jabatan Bupati, Rabu (15/7).

Dengan suara lantang, Bupati Gaghana memberi jawaban amat menohok sekaligus mematahkan tudingan miring yang selama ini beredar di masyarakat pasca dihentikanya aktivitas penambangan emas di Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.


“Coba buktikan jika saya tidak memihak kepada masyarakat penambang, dan kapan pemerintah daerah mengeluarkan surat larangan penambangan emas di Bowone. Sejak dilantik menjadi bupati tahun 2017, saya tidak pernah mengeluarkan surat larangan atau pemberhentian penambangan itu.

Sedangkan surat yang saya sampaikan ke Kementrian ESDM, setelah adanya alat berat eskavator yang beroperasi di areal tambang, yang terindikasi merusak lingkungan,” tegas Gaghana di hadapan pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 98 orang itu.

Gaghana kemudian meminta kepada warga yang ada untuk tidak termakan dengan hasutan oknum tertentu yang terkesan membenturkan pemerintah dengan masyarakat. Dia bahkan menegaskan bahwa laporan yang disampaikan ke Kementrian ESDM tersebut adalah bentuk keberpihakan pimpinan daerah bagi masyarakat penambang.

Gaghana kemudian menyatakan, jika dirinya sudah mendapat laporan adanya informasi miring yang disebar kepada masyarakat oleh oknum tertentu yang tujuannya untuk membentuk opini buruk tentang penerintah daerah.

“Saya punya hak untuk membela diri, karena selama ini ada okumum tertentu yang menyerang kehormatan pribadi saya, dengan cara menebar fitnah di masyarakat. Lalu ada yang seenaknya berteriak bupati mundur. Saya dipilih oleh mayoritas rakyat Sangihe hingga menjadi bupati, bukan hanya dipilih sekelompok orang saja,” bebernya lagi.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa yang dijaga ketat aparat dari Polres Sangihe itu, menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya meminta kepada Bupati untuk mengijinkan agar masyarakat bisa kembali melakukan penambangan emas di Bowone, serta meminta agar pihak Polres membebaskan atau menangguhkan beberapa warga yang hingga saat ini ditahan di Mapolres.

Mereka meminta agar Kapolres Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK, untuk memproses oknum anggota Polres Sangihe yang diduga mem back up penyuplai sianida dari Manado yang digunakan dalam aktivitas penambangan emas di Bowone. (onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + 6 =