Gaghana Sang Motivator Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

0
97
Kebersamaan Bupati Gaghana Dengan Unsur Forkopimda Dalam Menggalakan Sektor Pertanian di Tanah Tampungang Lawo

INDONESIABLITZ.COM, Sangihe – Menjadi seorang pemimpin daerah, ternyata tidak se-sederhana dalam benak orang banyak yang memiliki ambisi untuk mendapatkan jabatan itu. Apalagi orientasinya akan mendapat kehidupan mewah dengan menikmati beragam fasilitas yang disediakan oleh negara.

Sikap seperti itu sepertinya tidak dimiliki oleh Jabes Ezar Gaghana. Seorang anak pulau yang telah dua kali menjabat sebagai wakil bupati hingga meraih kemenangan pada konsestasi pemilihan kepala daerah tahun 2017 silam, dan kini telah memasuki tahun keempat dalam jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bupati Gaghana Bersama Jajarannya, Saat Melaksanakan Pencanangan Program Pertanian Keluarga di Kampung Gunung Kecamatan Tabukan Tengah

Di tahun pertama kepemimpinan, Gaghana melakukan rekstrukturisasi birokrasi, dengan menempatkan para pejabat yang dianggap mampu merealisasikan program kerja pemerintah daerah, meski dalam perjalanannya ada beberapa dari mereka yang kerap “nyeleneh”.

Tahun kedua adalah tahun yang membuat Bupati harus banyak mengeluarkan tenaga ekstra, karena dia harus berjuang di pusat, untuk melakukan lobi anggaran di beberapa kementrian untuk daerahnya yang sebelumnya mengalami defisit anggaran. Dan memasuki akhir tahun 2018, hasil kerja keras itu mulai berbuah. Bantuan dana mulai mengalir deras ke negeri Tampungang Lawo.

Bupati Gaghana Saat Melakukan Peletakan Batu Dasar Pembangunan Rumah Swadaya di Kecamatan Kendahe

Perlahan namun pasti. Faktanya, APBD Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menyentuh angka 1 triliun lebih. Namun hal itu tidak membuat Gaghana berpuas diri. Ia justru lebih mempercepat langkah dalam membangun daerah lebih maju di segala bidang, serta mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya.

Namun dia tak pernah menepis, jika dalam kepemimpinannya, ada sejumlah pihak yang kerap menebar kritikan yang sifatnya bias dan tendensius. Tapi baginya, kritikan seperti itu pasti akan dialami oleh setiap pemimpin daerah lainya. Dia bahkan menyebutkan kritikan terhadap Presiden RI, Joko Widodo, justru hampir setiap saat terjadi, padahal beliau telah bekerja keras membangun bangsa ini.

Bupati Gaghana Bersama Ketua TPKK Sangihe dan Jajaran BSG Tahuna serta Petani Kampung Lenganeng, Melakukan Panen Sayur Kubis

Lalu alasan apa hingga Bupati Jabes Gaghana disebut sebagai sang motivator ekonomi kerakyatan? Jawabannya justru datang dari masyarakat petani dan nelayan yang telah merasakan langsung sentuhan tangan kepemimpinannya. Bahkan dalam situasi sulitpun akibat pandemi Covid-19, Gaghana langsung melakukan langkah solutif untuk mengatisipasi dampak sosial ekonomi yang menerpa seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Bupati Gaghana Bersama Ibu Ririswati Katamsi, memberi teladan kepada warga, dengan memanfaatkan lahan tidur untuk bertanam tomat dan cabe

Langkah konkrit yang dilakukan Gaghana, adalah mendatangi dan berdialog langsung dengan masyarakat petani yang ada di seluruh wilayah daratan maupun di wilayah kepulauan Sangihe. Memberi motivasi kepada petani untuk bercocok tanam serta para nelayan untuk memanfaatkan sumber daya laut. Alhasil motivasi serta semangat yang dikobarkan Bupati itu berbuah manis.

Puluhan bahkan ratusan petani telah menikmati hasil panen tanaman hortikultura yang telah menghasilkan uang. Demikian halnya para nelayan yang mendapat bantuan fasilitas tangkap dari pemerintah juga sukses memperoleh hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Bupati Jabes Gaghana Saat Menyerahkan Kartu Asuransi BPJS Kepada Tenaga Kerja Non ASN

Sedangkan bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19, mendapat bantuan pemerintah dalam bentuk BLT dan BST, dan penyalurannya telah dilakukan secara bertahap. Dan tidak hanya sampai disitu. Keberpihakan pemerintah terhadap warganya, terus dilakukan secara masif, hal ini dibuktikan dengan diluncurkannya program pemberian asuransi BPJS bagi para perangkat kampung, RT, Pala dan Kaling serta tenaga medis non ASN yang bertugas di RSUD Liunkendage Tahuna dan Rumah Sakit Liung Paduli di Kecamatan Tabukan Utara.

Kebun cabe milik keluarga Gaghana-Katamsi menunggu panen

Kini Bupati Gaghana tengah menikmati kebahagiaan bersama para petani dan nelayan atas hasil pertanian dan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Bahkan saat hari liburpun akan dimanfaatkannya untuk melakukan panen raya dan penanaman perdana bersama dengan para petani.

“Inilah kewajiban saya sebagai pemimpin daerah yang harus kerja keras untuk kesejahteraan seluruh rakyat, dan apa yang saya lakukan ini adalah bentuk pengabdian bagi daerah dan masyarakat bukan sebagai pencitraan,” simpul Gaghana. (ronal katiandagho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + nine =