Takut Jarum Suntik, Ratusan Sopir Angkot Enggan Vaksin

0
116
sopir angkutan kota bitung takut vaksin
Ratusan sopir angkutan kota Bitung enggan menerima vaksin covid 19

Indonesiablitz.com, Bitung – Sopir Angkutan Kota di Kota Bitung menjadi target vaksinasi Covid 19 tahap kedua. Karena sopir mobilitas sopir angkutan kota sangat tinggi, sehingga rawan tertular virus covid 19.

Namun di Kota Bitung ratusan sopir Angkutan Kota enggan menerima vaksin. Mereka berdalih sudah terdaftar di setiap Kelurahan. Padahal saat ini belum ada pendataan vaksinasi di tingkat Kelurahan.

” Sopir angkot menjadi salah satu target vaksinasi tahap kedua ini, kami dari Dinas Kesehatan sudah kirim surat kepada Dinas Perhubungan, untuk pendataan sopir angkot. Untuk saat ini belum ada vaksinasi di tingkat Kelurahan,” kata Kadis Kesehatan Kota Bitung, dr. Jeaneste Watuna.

Namun hingga kini Dinas Perhubungan Kota Bitung belum memasukkan data sopir angkot yang beroperasi di Kota Bitung. Transisi pergantian kepemimpinan di Kota tersebut diduga kuat menghilangkan sinergitas antar instansi dalam percepatan penanganan Covid 19.

” Kami akan datang langsung di terminal dan pusat Kota Bitung, jika dalam pekan ini Dinas Perhubungan belum memasukkan data sopir Angkot,” tambah Watuna.

Dari data Persatuan Sopir Angkutan Kota (PESAT) Kota Bitung, lebih 300 orang sopir angkot yang setiap hari beroperasi di kota tersebut. Namun hanya sebagian kecil yang bersedia menerima vaksin sinovac.

” Dari lebih 300 orang sopir angkot, yang bersedia menerima vaksin sampai saat ini hanya 8 orang. Mereka beralasan sudah terdaftar vaksinasi di Kelurahan,” kata Ketua Pesat, Suharto Tampi.

Pesat sebagai organisasi profesi sopir angkot tidak dapat memaksa anggotanya untuk menerima vaksin. Karena organisasi profesi ini hanya untuk menyalurkan berbagai keluhan para sopir, terkait kebijakan pemerintah yang merugikan mereka.

” Kami tidak dapat memaksa anggota (Pesat) untuk menerima vaksin. kecuali pemerintah melarang sopir beroperasi jika belum divaksin. Namun dari pengakuan sejumlah anggota, mereka menolak vaksinasi karena takut jarum suntik,” pungkas Tampi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − six =